Idul Adha 2022

Hukum Berkurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal saat Idul Adha, Ini Penjelasan UAS

Ustaz Abdul Somad atau UAS bicara soal hukum berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal saat Idul Adha. Ada 4 mazhab yang menjelaskan.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Kolase
Ustaz Abdul Somad atau UAS memberi penjelasan soal hukum berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal saat Idul Adha menurut 4 mazhab. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bolehkah berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal saat Idul Adha?

Ini menjadi banyak pertanyaan bagi banyak orang yang hendak berkuban saat Idul Adha.

Bukan untuk diri sendiri, beberapa orang ingin berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal saat Idul Adha.

Hal ini dilakukan dengan harapan pahala berkurban saat Idul Adha ini bisa terkirim kepada orang yang sudah meninggal tersebut.

Lantas, bolehkah demikian? Bagaimana hukumnya?

Dalam sebuah video di YouTube Bujang Hijrah yang dilansir TribunnewsBogor.com, Kamis (21/6/2022), Ustaz Abdul Somad atau UAS memberi penjelasan.

Ia mengatakan bahwa hukum berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal dijelaskan dalam 4 Mazhab, yakni Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali.

Menurut mazhab Hanafi, berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal boleh dilakukan, namun dagingnya tak boleh dimakan.

Adapun daging dari hewan yang dikurbankan, ada baiknya langsung dibagikan untuk fakir miskin.

Baca juga: Bolehkah Aqiqah dan Kurban Dilakukan Bersama saat Idul Adha? Ini Penjelasan Ulama

Kemudian menurut mazhab Maliki, berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal dibolehkan jika ada wasiat.

Jika tidak ditinggalkan wasiat namun tetap berkurban untuk orang tuanya yang sudah meninggal, maka hukumnya makruh.

"Pahalanya ada, tapi perbuatan dia melakukan itu makruh." jelasnya.

Follow us

Hukum ini juga dijelaskan dalam mazhab Syafii.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved