Soal Rencana Pembangunan Tol di Puncak, Kades Sukamaju Bogor Tak Sepakat, Singgung Sarat Kepentingan

Alex Purnama Johan mengkritik kebijakan pemerintah pusat khususnya kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

TribunnewsBogor.com/Siti Fauziah Alpitasari
Simpang gadog Bogor, Selasa (22/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Alex Purnama Johan mengkritik kebijakan pemerintah pusat khususnya kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR).

Pria yang karib disapa APJ dan menjabat sebagai Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor itu menilai rencana pembangunan jalan tol kawasan Puncak Bogor hanya untuk kepentingan segelintir orang.

Lebih lanjut, figur politik yang digadang-gadang maju dalam pemilihan Bupati Bogor mendatang membeberkan hal yang sebenarnya lebih dibutuhkan ketimbang jalan tol.

"Puncak tidak perlu jalan tol, kita butuh jalan pariwisata jadi jalan yang seindah mungkin. Kalau tol dia cuma lari kecepatan, lewat siapa yang mau berhenti di tol, polisi aja gak boleh," tutur APJ, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Sosok Penghibur di Jalur Puncak Bogor, Tersenyum Di Balik Kerasnya Kehidupan

Menurut Alex dengan adanya pembangunan jalan tol tersebut ada perusahaan swasta yang mengelolanya.

Hal itu menurutnya merupakan kepentingan individu dan bukan kepentingan pemerintah.

“Semestinya pemerintah memberikan satu pengkajian yang mendalam. Sehingga, dampak untung dan ruginya masyarakat kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan,” ucapnya.

Lanjut Alex, sekarang mungkin belum ada gejolak, belum ada pihak yang merasakan, tapi ada sedikit dampak.

Sekarang dengan membawa material jalan Cikopon selatan sampe ke sana itu sudah rusak. Ini kan belum ada APBN. Hanya tambal sulam sebisa bisanyaa APBD," jelasnya.

APJ pun berpendapat, terkait tol Caringin menuju Puncak tersebut bukanlah untuk kepentingan masyarakat puncak dan masyarakat pun tidak merasakan dampak positifnya.

"Yang diuntungkan sebuah PT yang mengelola, dibangunnya tol ga ada keuntungan bahkan kerugian karena nanti gak sedikit. Masyarakat tidak akan boleh dagang di jalan tol, itu hanya memberi keuntungan pihak swasta dan pengelola. Saya mewakili masyarakat tidak begitu tertarik dengan jalan tol," bebernya.

Baca juga: Ini Sosok Iron Man yang Kerap Hibur Pengendara di Jalur Puncak Bogor, Banting Tulang Demi Keluarga

Pembuatan fly over dan pelebaran jalan pun menjadi solusi dalam mengatasi persoalan Puncak menurut APJ.

"Setelah di situ baru saling menguntungkan masyarakat, untuk kemajuan masyarakat puncak itu sendiri," imbuhnya.

Menurutnya pembangunan tol yang otomatis akan merusak alam di karenakan Puncak sendiri memiliki alam yang alami yang di mana menurutnya alam harus dilestarikan bukan untuk dirusak.

"Di kita kan murni, nah ini dibuat dikemas namanya juga kemasan tidak seindah aslinya. Contoh Singapur dia punya gunung punya taman tapi buatan semua, beda sama di Puncak sudah asli masa dibuat wisata buatan," pungkasnya.

Kendati demikian, APJ berharap pemerintah dapat mengkaji pembangunan tol Puncak dengan matang.

"Apa yang saya perkirakan itu salah, makanya kita kawal apa yang terjadi. Apakah objek wisata tersebut benar mendokrak ekonomi Kabupaten Bogor," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved