Aksi Kriminalitas di Desa Gunungputri Sering Terekam CCTV, Kades: Curanmor Sekarang Beraksinya Subuh

Kepala Desa Gunungputri, Daman Huri mengatakan bahwa pada beberapa waktu lalu di desanya banyak terjadi tindak kriminalitas.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kepala Desa Gunungputri, Daman Huri di Kantor Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - 64 CCTV di Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, ternyata sangat bermanfaat untuk banyak masyarakat sekitar.

Pemanfaatannya, selain meninjau aktivitas warga desa, juga untuk mengetahui hingga menangkap pelaku kriminalitas di Desa Gunungputri.

Kepala Desa Gunungputri, Daman Huri mengatakan bahwa pada beberapa waktu lalu di desanya banyak terjadi tindak kriminalitas.

"Pas tahun 2021 sih banyaknya yang terekam CCTV, disitu juga saya langsung lebih memperketat keamanannya," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, tindak kejahatan di Desa Gunungputri yang terekam CCTV, diantaranya transaksi narkoba, penjambretan dan curanmor.

Untuk curanmor ini, kata Daman Huri para pelaku beraksi saat jam-jam warga sedang beristirahat.

Daman Huri mengungkapkan bahwa curanmor tersebut beraksi pada dini hari menjelang waktu subuh.

"Udah jelas warga pada tidur, keliatan sama CCTV itu ranmornya, kalo dulu jalan keluar masuk desa belum ada portal, jadi pencurinya langsung kabur," jelasnya.

Kejadian tersebut menjadi perbincangan warga Desa Gunungputri, sehingga pihak pemerintah desa langsung memasangkan portal pada setiap jalan di desa tersebut.

Bahkan, setelah diportal, pelaku pencurian motor pun nekat kembali beraksi di desanya.

Rekaman CCTV tersebut, menurutnya hanya merekam kejadian selama satu Minggu kebelakang saja, yang di mana belum ditemukan kembali tindak kejahatan tersebut pada beberapa hari terakhir ini.

Daman Huri menjelaskan bahwa saat beraksi, pencurinya terekam CCTV hingga dirinya langsung berkoordinasi dengan pihak RT dan RW setempat untuk mencegatnya.

"Langsung kota cegat itu malingnya, dia gak tau kalo udah pada dipasang portal, dia kabur naik motor tapi gak bisa lewat soalnya udah ditutup portal, yaudah abis itu sama warga si pencurinya," pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved