Polisi Tembak Polisi
Tabir Insiden di Magelang Terkuak, Istri Ferdy Sambo Puji Setinggi Langit Brigadir J : Luwes Banget
Sebelum diduga merancang pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo ternyata sempat memuji setinggi langit almarhum Brigadir J
Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
"Di Magelang itu Ricki (Brigadir RR) dan Richard (Bharada E) itu diperintahkan untuk antar makanan anaknya Sambo di Taruna Nusantara. Jam 5-6 sore, ditelepon lah oleh ibu Putri bilang 'Richard, itu Ricky di mana ? tolong kemari' sembari nangis-nangis. Richard kemudian ngasih handphone ini ke Ricky. Sampai di rumah, Ricky dan Richard naik ke atas. Tapi ada yang namanya Kuwat (bilang) 'udah, Richard jangan ikut campur'. Karena si Richard enggak mau ikut campur, dia enggak ngerti apa yang terjadi," ujar Deolipa Yumara dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Tv One News, Jumat (11/8/2022).

Tak hanya dirinya yang tak soal penyebab Putri Candrawathi menangis, Bharada E menyebut bahwa Brigadir J juga tak mengungkapkannya.
Selama enam hari tidur satu kamar dengan Bharada E hingga jadi karib, Brigadir J tetap enggan bercerita soal peristiwa mengejutkan yang membuat Putri Candrawathi menangis.
Insiden misterius yang membuat Putri Candrawathi menangis itu segera diketahui sang suami, Ferdy Sambo.
Dalam pernyataannya kepada penyidik Polri, Ferdy Sambo bercerita bahwa ia marah usai mendapat laporan dari Putri Candrawathi soal insiden di Magelang.
Kemarahan itulah yang akhirnya membuat Ferdy Sambo tega menghabisi nyawa Brigadir J melalui tangan Bharada E.
Baca juga: Detik-detik Ferdy Sambo Tersangka Terungkap, Jenderal Senior Ancam Mundur Jika Kapolri Lakukan Ini
Rupanya dalam laporan Putri Candrawathi, ada nama dan dugaan tindakan tak senonoh dari Brigadir J yang disebut.
"Menurut keteranganya, tersangka FS (Ferdy Sambo) mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh Almarhum Yoshua," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com, Kamis (11/8/2022).
Meski marah dan geram, Ferdy Sambo enggan mengotori tangannya sendiri.
Ferdy Sambo malah menyuruh dua ajudannya, Brigadir RR dan Bharada E untuk melakukan pembunuhan kepada Brigadir J dengan cara ditembak.
"Oleh karena itu kemudian tersangka FS memanggil tersangka RR (Brigadir RR) dan tersangka RE (Bharada E) untuk melakukan pembunuhan untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yoshua," lanjut Brigjen Andi Rian.(*)