Polisi Tembak Polisi
Masih Misteri, Komnas HAM Ungkap Ada Sosok Perintahkan Putri Candrawathi Ganti TKP Pelecehan Seksual
Komnas HAM sebut ada yang menyuruh Putri Candrawathi mengganti tempat perkara pelecehan seksual, kini sosok yang perintah PC masih menjadi misteri
Penulis: Siti Fauziah Alpitasari | Editor: Soewidia Henaldi
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkap pengakuan Putri Candrawathi berdasarkan hasil pemeriksaan.
Ada ketidaksamaan pengakuan pertama dan kedua Putri Candrawathi terkait TKP pelecehan seksual.
Taufan Damanik juga tak menjelaskan siapa yang menyuruh Putri Candrawathi untuk mengubah keterangan soal TKP dugaan pelecehan seksual tersebut.
“Ya di laporan pertama juga sebenarnya tidak secara persis dia mengatakan itu (kekerasan seksual) ya, terutama, karena dia bilang sebetulnya yang terjadi itu di Magelang,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dilansir YouTube Kompas TV.
'Saya disuruh untuk mengakui kejadian itu terjadi di Duren Tiga'," sambungnya menirukan gaya pengakuan Putri Candrawathi.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube Kompas TV pada Selasa (30/8/2022), Taufan Damanik menegaskan penyidik harus segera mendalami dan mencari bukti selain keterangan agar kesimpangsiuran ini jelas faktanya.
Baca juga: Bukan Dilecehkan Brigadir J, Bharada E Ternyata Curiga Sosok Ini yang Punya Hubungan dengan Putri
“Saya tidak mau terulang lagi seperti yang di Duren Tiga, udah membuat kehebohan banyak pihak,” terangnya.
“'Saya cuma disuruh mengakui saja di Duren Tiga sebetulnya peristiwanya di Magelang',” lanjutnya.
Lanjut Taufan Damanik menambahkan, ketika dugaan pelecehan seksual tersebut tidak dapat dibuktikan, maka pembuktian skenario Ferdy Sambo CS yang diutamakan.
"Kalau itu tidak bisa, maka saya kira tidak menjadi penting lagi itu, yang penting adalah membuktikan hubungan antara satu peristiwa di mana Ferdy Sambo memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengeksekusi saudara Yoshua," bebernya.
Pengakuan Putri Candrawathi
Diberitakan sebelumnya, istri eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sudah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka terkait pembunuhan berencana Brigadir J pada Jumat (26/8/2022) kemarin.
Dalam pemeriksaan tersebut, Putri Candrawathi masih tetap ngotot mengatakan dirinya sebagai korban pelecehan seksual serta menolak sangkaan Polisi di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Putri Candrawathi masih tetap menuding mendiang Brigadir J, meski dugaan pelecehan seksual tersebut tidak terbukti.
Pemeriksaan perdana Putri Candrawathi diketahui kurang lebih selama 12 jam, hingga dicecar 80 pertanyaan oleh penyidik.
Baca juga: Hari Ini Rekonstroksi, Komnas HAM Minta Sambo CS Perankan Skenario Detik-detik Eksekusi Brigadir J
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Komnas-HAM-debut-ada-yang-menyuruh-Putri-Candrawathi-mengganti-tempat-perkara.jpg)