Gempa Bumi Cianjur

Sembilan Hari Berlalu, Korban Gempa Cianjur Mulai Turun ke Jalan Bawa Jaring untuk Bertahan Hidup

Tak hanya itu, sebagian besar warga Cianjur harus kehilangan tempat tinggalnya akibat guncangan dahsyat yang meruntuhkan bangunan.

Editor: Yudistira Wanne
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Pondok Pesantren di Kampung Garogol Desa Cibulakang, Kecamatan Cugenang yang ambruk usai diguncang gempa bumi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sembilan hari pasca gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, masih menyimpan duka mendalam, terutama bagi para korban.

Akibat gempa bumi tersebut, ratusan orang meninggal dunia dan ribuan mengalami luka-luka.

Tak hanya itu, sebagian besar warga Cianjur harus kehilangan tempat tinggalnya akibat guncangan dahsyat yang meruntuhkan bangunan.

Kini, sebagian warga terpaksa tinggal di tenda pengungsian yang serba terbatas.

Terbaru, para pengungsi korban gempa di Kabupaten Cianjur mulai mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berbekal jaring kecil bertangkai yang biasa dipakai menangkap ikan kecil, mereka berdiri di sepanjang jalan utama Gasol, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Jawa Barat menanti para pengendara melintas.

"Kami hanya meminta seikhlasnya. Kami tidak pernah maksa," ujar Ujang Wandi (43), Koordinator Posko 2 pengungsian di Kampung Panahegan, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.

Ada puluhan pengungsi gempa Cianjur yang kemarin terlihat menggalang dana secara mandiri di sepanjang jalan utama Gasol.

Mereka tak hanya berasal dari Kampung Panahegan, tapi juga dari kampung lainnya di Desa Gasol dan desa tetangganya.

Dibanding sejumlah wilayah lainnya yang terdampak gempa, Desa Gasol bukanlah desa yang terisolasi.

Baca juga: Kedinginan, 2 Pengungsi Gempa Cianjur Meninggal Dunia, Istri Ridwan Kamil Ungkap Kondisi di TKP

Bantuan bagi para pengungsi di sana sudah masuk sejak hari kedua pasca-gempa.

Di dekat posko, di tepi jalan, kemarin, bantuan pakaian bahkan masih menumpuk, puluhan karung. Entah berisi apa saja.

Ujang mengatakan, bantuan pakaian untuk warga di kampungnya sudah terpenuhi sejak berhari-hari lalu.
Meski begitu, mereka akan selalu menerima bantuan apapun yang diberikan oleh relawan, termasuk pakaian layak pakai.

"Namun, yang sangat dibutuhkan saat ini di Kampung Panahegan, khususnya di Posko 2 adalah obat-obatan, selimut untuk anak-anak, dan makanan balita," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved