Bima Arya Matangkan Konsep, Akan Ada JPO yang Menghubungkan Prasasti dan Stasiun Batu Tulis Bogor

Konsep itu dirumuskan kedalam konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan secara langsung kedua tempat tersebut. konsep itu nantinya

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Dua kawasan yakni Prasasti Batu Tulis dan Stasiun Batu Tulis direncanakan akan terintegrasikan, Selasa (10/1/2023) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Wali Kota Bogor Bima Arya beberkan konsep untuk mengintegrasikan kawasan Prasasti Batu Tulis dengan Stasiun Batu Tulis.

Konsep itu dirumuskan kedalam konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan secara langsung kedua tempat tersebut.

"Ya kalau ini nanti berkembang maka akan menyatu dengan konsep TOD. Jadi di situ orang juga akan memiliki opsi tempat wisata, destinasi wisata. Baik yang akan menuju Sukabumi, maupun khusus ke situ saja. Jadi nanti bisa pakai mobil, bus, atau kereta untuk menikmati suasana di seputar Batutulis," kata Bima Arya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (10/1/2023).

Bima Arya menjelaskan, konsep itu nantinya akan terus dilakukan pembahasan dengan pihak terkait, yakni Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Barat.

Saat ini juga, pembangunan Underpass Stasiun Batu Tulis Bogor sedang dilakukan pembangunan disinyalir akan masuk kedalam konsep penataan kawasan yang sudah direncanakan.

"Tapi konsepnya masih terus dimatangkan dengan BTP," tambahnya.

Sedangkan penataan Prasasti Batu Tulis, sambung Bima Arya, nantinya akan juga mengintegrasikan Balai Ageung dengan Prasasti Batu Tulis.

Di areal yang akan diintegrasikan itu, kata Bima Arya, terdapat beberapa areal yang akan dilakukan pembangunan yang akan dikonsepkan pada tahun ini.

"Ini akan dimulai awal tahun dan menggunakan APBD Kota Bogor sebesar Rp 16 miliar. Tetapi ini nanti baru ruang publik, taman. Jadi museumnya sendiri nanti tahap berikutnya saya kira setelah 2023," jelasnya.

Bima Arya tidak menampik, ada beberapa akses yang menjadi PR untuk dibereskan, salah satunya terkait menggeser akses masuk warga yang jalannya berada di antara Prasasti Batu Tulis dan Balai Ageung.

Bima Arya memastikan, pihaknya akan terus mematangkan dua kawasan ini supaya bisa terintegrasi secara langsung.

"Nanti Prasasti Batu Tulis akan terintegrasi dengan Balai Ageung ini dan ada opsi untuk menggeser akses masuk warga. Tapi nanti masih akan dimatangkan lagi supaya kawasan ini terintegrasi, tidak terpisahkan oleh akses tadi," ungkapnya.

Baca juga: Underpass Stasiun Batu Tulis Bogor Dibangun, Bima Arya Sebut Bisa Jadi Solusi Mengurai Kemacetan

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknis Perkereta Apian (BTP) Bandung Wilayah Bogor-Sukabumi, Defri W menjelaskan, saat ini pihaknya menerima masukan dari orang nomor satu di Kota Bogor tersebut terkait pengintegrasian Stasiun Batu Tulis dengan Prasasti Batu Tulis.

Adapun saran yang diminta oleh Bima Arya yakni soal pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang akan membentang menghubungkan dua kawasan tersebut.

"Seperti tadi masukan dan arahan dari Pak Wali Kota, mungkin nanti terdapat JPO dari atas situ. Mungkin bisa connect langsung ke stasiun. Jadi calon penumpang yang mau ke stasiun, yang rute angkotnya hanya sampai atas, nanti bisa menggunakan JPO tersebut untuk menuju Stasiun. Jadi tidak perlu menyisiri jalan ke bawah," kata Defri kepada TribunnewsBogor.com.

Defri menjelaskan, pihaknya akan mencoba mematangkan konsep itu terlebih dahulu.

disamping pihaknya saat ini membangun Underpass Stasiun Batu Tulis yang ditargetgan selesai November 2023. 

"Sementara seperti itu, nanti bisa berkembang lagi," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved