Pelajar SMA Tewas Dibacok
Nasib Biang Kerok Pemicu 3 Remaja Bogor Bacok Pelajar hingga Tewas, Inisial A Kini Diselidiki Polisi
Polisi selidiki sosok berinisial A yang menjadi pemicu 3 remaja tega bacok siswa SMK Bina Warga 1 bernama Arya Saputra hingga tewas
Penulis: khairunnisa | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Motif tiga pelaku pembacokan siswa SMK Bina Warga 1 bernama Arya Saputra alias AS (15) terungkap.
Para pelaku mengaku emosi hingga tega membunuh orang tak bersalah hanya gara-gara tantangan di media sosial.
Dua pelaku yakni berinisial MA (17) dan SA (18) mengaku nekat melakukan aksi pembacokan karena terprovokasi seseorang di media sosial pada Jumat (10/3/2023).
Provokator tersebut melayangkan tantangan kepada siswa dari SMK 'musuhnya' untuk berkelahi.
Tanpa pikir panjang, ketiga remaja itu pun melakukan serangan acak usai mencari-cari sang provokator yang tidak ketemu.
"Adanya tantangan via IG, pelaku terprovokasi supaya ke sasaran acak," pungkas Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso di halaman Polresta Bogor Kota dikutip TribunnewsBogor.com, Rabu (15/3/2023).
Ditantang lewat media sosial, darah tiga remaja beranjak dewasa itu mendidih.
Secara membabi buta, mereka mencari sosok penantang itu hingga ke jalan raya.
Tak jua menemukan sosok yang dicarinya, MA, SA, dan ASR (17) pun melakukan penyerangan secara random alias acak.
Di Simpang Pomad, Kota Bogor, ASR yang kini masih buron tega membacok AS yang baru pulang sekolah.
"Yang nantang lewat IG sebenarnya adalah orang berinisial A. Yang saat itu, jumat, dicari-cari oleh pelaku tapi tidak ketemu. Sehingga pelaku mencari sasaran lain," imbuh Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Terkait dengan rekam jejak sekolah pelaku dan korban, polisi mengungkap fakta mengejutkan.
Baca juga: Terkuak Beda Peran 3 Pelaku Pembacokan Pelajar di Bogor, Masa Lalu Eksekutor Utama Ternyata Miris
Ternyata siswa di sekolah pelaku dan korban memang kerap ribut.
"Itu informasinya sudah terjadi sebelumnya (siswa di sekolah pelaku dan korban sudah sering ribut)," kata Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Terkait nasib A selaku biang kerok pembacokan, polisi tengah menyelidikinya.
Jika nantinya ASR berhasil ditangkap, penyidik akan langsung menggali motif pembacokan.
Pun dengan sosok A yang bakal segera ditangkap oleh polisi.
"Pasti segera kita tangkap, kita akan lakukan pengembangan dan kita akan dalami lebih lanjut (sosok dan peran A dalam kasus pembacokan)," pungkas Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
"Itu berdasarkan informasi dari dua yang tertangkap. Nanti kalau (ASR) tertangkap, kita akan dalami motifnya lebih lanjut," sambungnya.

Peran Para Pelaku
Lebih lanjut, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso pun mendetailkan peran dari masing-masing pelaku dalam keterangan pers yang berlangsung kemarin, Selasa (14/3/2023).
Sosok pertama yang disorot adalah pembonceng motor di depan, MA.
Tak cuma yang memiliki sepeda motor, MA juga adalah pemilik senjata pembacokan.
Baca juga: Berawal dari Provokator Lewat Medsos, Ini Motif dari Tewasnya Pelajar di Simpang Pomad Bogor
"Untuk yang melakukan, di bagian depan itu inisial MA, dia pemilik kendaraan ini, dia yang membawa alatnya, bersama dengan dua temannya melakukan tindak pidana tersebut, pemilik senjata tajam," ujar Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Lalu, sosok kedua adalah SA. Peran SA saat kejadian pembacokan adalah membuang barang bukti berupa satu buah golok dan juga memukulkan topinya terkena pada korban.
Berikutnya adalah pelaku utama yang saat ini masih buron yakni ASR alias T.
Remaja berusia 17 tahun yang masih duduk di kelas 11 sekolah menengah atas itu adalah pembacok AS.

Tega melukai orang secara random tanpa ampun, ASR ternyata pernah melakukan kejahatan.
"Yang masih buron, ASR alias T, dia residivis kasus jambret di Bogor Tengah. Kita sudah ke keluarga pelaku. Justru keluarga ASR menyayangkannya," kata Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Diwartakan sebelumnya, ketiga pelaku sempat buron usai membacok pelajar berinisial AS.
Baca juga: Masih Buron! Ini Identitas Eksekutor Pembacokan Pelajar di Bogor, Usia 17 Tahun & Seorang Residivis
Siswa SMK Bina Warga 1 Kota Bogor itu meninggal dunia usai menjadi korban pembacokan pada Jumat (10/3/2023).
AS tewas saat sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya yang berada di Kampung Cijujung Tengah, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
AS terkena sabetan senjata tajam oleh orang tak dikenal yang disinyalir masih berstatus pelajar saat menyebrang jalan Simpang Pomad, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka terbuka pada bagian pipi hingga leher bagian kirinya hingga meregang nyawa.
Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News
pelajar
Arya Saputra
pembacokan
Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso
Simpang Pomad
pelaku
TribunnewsBogor.com
Jadi Obat Pelipur Lara, Pemkab Bogor Serahkan Kunci Rumah Baru untuk Orangtua Arya Saputra |
![]() |
---|
Berkas Lengkap, Satu Orang Tersangka Tewasnya Arya Saputra Pelajar SMK Kota Bogor Susul Dua Rekannya |
![]() |
---|
Isak Tangis Keluarga di 100 Hari Wafatnya Arya Saputra, Ternyata Bertepatan dengan Ultah Almarhum |
![]() |
---|
Keluarga Arya Saputra Datangi Simpang Pomad Bogor, Musisi Jalanan Ikut Doa Bersama |
![]() |
---|
100 Hari Meninggalnya Arya Saputra, Keluarga Lakukan Doa Bersama dan Tabur Bunga di Simpang Pomad |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.