Breaking News

Modus Oknum Pimpinan Ponpes Cabul di Bogor, Gerayangi Dada Santri yang Sedang Tidur

Dugaan modus yang dilakukan pelaku dari pengakuan korban adalah memanfaatkan korban yang sedang tertidur di asrama pondok pesantren.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
Istimewa/Dok Polres Bogor
Seorang pimpinan sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak santrinya. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren (Ponpes) berinisial S di wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santrinya sendiri.

Peristiwa ini dikabarkan terjadi sudah lama namun baru terungkap pada Mei 2023 kemarin.

Atas perbuatan oknum pimpinan ponpes yang diduga cabul ini, dilaporkan ada dua santri perempuan yang menjadi korbannya.

"Diketahui dua orang yang lapor orang tuanya," kata Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Senin (5/6/2023).

Dugaan modus yang dilakukan pelaku dari pengakuan korban adalah memanfaatkan korban yang sedang tertidur di asrama pondok pesantren.

Pelaku diduga menggerayangi tubuh korban termasuk dada korban

"(Pengakuan korban) Dielus-elus badannya, dadanya," kata Iptu Desi Triana.

Berakhir kekeluargaan

Kapolsek Ciampea Kompol Suminto menjelaskan, dugaan pelecehan seksual tersebut baru diketahui dari aduan santri kepada orang tuanya.

"Aduan santri kepada orang tuanya, bahwa yang bersangkutan merasa dilecehkan pada saat dibangunkan dan nonton bareng dilingkungan ponpes," kata Kompol Suminto dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (5/6/2023).

Terkait adanya dugaan tersebut, Polsek Ciampea Polres Bogor mempertemukan pihak wali santri dengan pimpinan ponpes untuk dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.

Dalam mediasi yang digelar tersebut, pimpinan ponpes membantah tuduhan itu.

Baca juga: Pimpinan Ponpes di Bogor Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Pada Santri, Polisi: Selesai Kekeluargaan

"Pimpinan ponpes sendiri menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan kepada para santri seperti yang dituduhkan kepadanya," kata Kompol Suminto.

Akhirnya dari hasil musyawarah yang dilakukan, kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan tidak menuntut secara hukum.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved