Pandai Besi di Megamendung Bogor, Pemelihara Tradisi Turun-temurun dari Zaman Jepang

Di Kampung Blendung RT 1/5 Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kakek Uci (72) menjadi penerus tradisi pandai besi.

Penulis: Wahyu Topami | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Kakek Uci (72) Sedang Menyalakan Api untuk Pembakaran Bahan Parang, Selasa (17/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Di Kampung Blendung RT 1/5 Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor Kakek Uci (72) menjadi penerus tradisi pandai besi yang telah berlangsung turun-temurun.

Usahanya, yang dimulai sejak tahun 1970, merupakan kelanjutan dari karya sang bapak yang sudah berakar jauh.

Namun, keunikan usaha Kakek Uci tak hanya terletak pada keberlanjutan, melainkan juga pada sejarah yang melatarbelakanginya.

"Ini turun-temurun dari zaman kakek saya juga sudah ada, dari zaman Jepang kata kakek mah soalnya perang aja pakai golok dulu mah. Bisa jadi sewaktu perang, goloknya bikinan kakek saya," kata Uci sembari ketawa.

Kekuatan tradisi ini menggambarkan betapa berharga warisan budaya dan kecakapan tangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Kalau ini jangan ditinggal karunya ka masyarakat, sudah tradisi. Sekarang aja kan yang bikin gak bisa satu harus dua orang, yang mompa satu yang mukul satu sama anak saya. Saya aja dulu sama bapak saya, bapak saya sama kakek saya. Itu harus bisa terus-menerus. Itu anak saya harus bisa bikin ini (parang)," paparnya.

Bagi Kakek Uci, kesinambungan generasi dalam menjaga tradisi ini adalah hal yang tak ternilai.

"Pokoknya nurutin bapak, kakek, harus bagus bikin golok. Kerjanya tiap Jumat, jadinya Jumat lagi," katanya sambil tersenyum

Sementara Kakek Uci dan keluarganya terus menjaga tradisi pandai besi ini, mereka juga menyampaikan pesan tentang pentingnya melestarikan budaya dan keterampilan kuno yang telah mengikuti mereka selama beberapa generasi.

"Pokoknya mah pesan kakek tuh kalau bikin pesanan harus bagus tradisinya harus ada, jangan boleh memberi yang jelek," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved