Kasus Pembunuhan di Subang

Diduga Ikut Campur Kasus Subang, Briptu Arif Ternyata Diperintah Adik Yosef, Padahal Bukan Penyidik

 Briptu Arif Lukman Nurhakim Miftahul, kini turut menjadi sorotan publik setelah kasus Subang terkuak.

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
Kolase Tribun Bogor/ist
Diduga Ikut Campur Tangan Kasus Subang, Briptu Arif Mengaku Diperintah Adik Yosef 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Briptu Arif Lukman Nurhakim Miftahul, kini turut menjadi sorotan publik.

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat sempat berjalan alot.

Kasus kematian Tuti dan Amel baru terungkap setelah 2 tahun berlalu usai salah satu tersangka yakni Danu membuat pengakuan dihadapan penyidik.

Bahkan, polisi juga telah melakukan olah TKP ulang hingga pra-rekonstruksi pada pekan kemarin.

Sementara itu, Briptu Arif kini buka suara usai namanya kini ikut disebut-sebut dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Terlebih, ia disebut-sebut meminta uang kepada anak kandung almarhum Tuti yakni Yoris.

Polisi yang juga merupakan keponakan tersangka Yosef itu, anak dari Mulyana (adik kandung Yosef).

Yosef diketahui merupakan salah satu tersangka kasus Subang yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Empat tersangka lainnya yakni Muhamad Ramdanu alias Danu, Mimin (istri muda Yosef), serta dua anak Mimin yakni Arighi dan Abi.

Namun, dari 5 tersangka polisi hanya baru menahan Danu dan Yosef.

Sedangkan tiga tersangka lainnya saat ini belum dilakukan penahanan.

Jabatan Arif Keponakan Yosef, Pernah Kepergok Kapolres
Jabatan Arif Keponakan Yosef, Pernah Kepergok Kapolres (Facebook/Ist)

Disisi lain, Briptu Arif membantah jika dirnya meminta uang kepada Yoris anak sulung Tuti dan Yosef.

"Ceritanya begini, saat setelah menjemput Yoris dari TKP untuk ikut perwakilan autopsi, sesampainya di polsek saya dihampiri Pak Mulyana, ayah saya," ujar Britu Arif dilansir dari Tribun Jabar, Sabtu (4/11/2023).

Menurut Arif, dirinya hanya diperintah oleh adik kandung Yosef yakni Mulyana untuk menyerahkan uang kepada Ace tanpa tahu tujuannya untuk apa.

"Yang saya tahu di pom bensin Ciater, dua mobil ambulans dan satu mobil unit polsek berhenti untuk beli bensin dan Saudara Ace turun menghampiri petugas pom dan para sopir ambulans. Jadi tidak ada saya meminta kepada Saudara Yoris," kata Arif.

Sebelumnya, kuasa hukum Yoris, Leni Anggraeni menduga jika Arif yang saat itu bertugas di Humas Polres Subang diduga turut ikut campur dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amel.

Padahal, Briptu Arif saat pembunuahn itu terjadi bukanlah seorang penyidik.

Jejak Muhamad Ramdanu di tempat perkara kejadian (TKP) kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang mulai terungkap di pra-rekonstruksi.
Jejak Muhamad Ramdanu di tempat perkara kejadian (TKP) kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang mulai terungkap di pra-rekonstruksi. (Kolase Ist)

"Arif melarang (Yoris) ikut otopsi, katanya takut nggak kuat," kata Pengacara Yoris, Leni Anggraeni kepada TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu.

Kata Leni, Arif lah yang memerintahkan Yoris memindahkan mobil Toyota Yaris kuning milik Amel dari TKP kasus Subang.

Selain itu, Arif juga meminta uang pada Yoris saat otopsi jenazah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Arif beralasan pada Yoris bahwa uang tersebut akan diberikan pada anggota Polsek Jalancagak, Bripka Ace Solihin.

"Rp 1 juta buat pak Ace," kata Leni Anggraeni.

Sementara itu, pengacara Danu, Achmad Taufan mencurigai ada campur tangan aktor intelektual dalam perencanaan pembunuhan Tuti dan Amel.

"Kalau kecurigaan saya perkara pembunuhan ini kan pembunuhan berencana karena mereka sudah pasti mengatur semua, siapa sih yang punya ilmu soal gimana caranya polisi gak bisa membongkar, yang punya ilmu itu siapa ? adalah orang yang paham teori dan SOP penyidikan. Kan bener-bener dibikin 2 tahun gak bisa," kata Achmad Taufan saat dihubungi TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu.

Taufan bahkan menerima informasi soal kejadian Kapolres Subang AKBP Sumarni memergoki Arif berada di ruang penyidikan.

"Pernah waktu itu saya dengar cerita Arif di ruang penyidikan , tiba-tiba bu Kapolres lewat dipanggil 'heh kamu ngapain di ruang penyidikan'. Karena dia tau dia keluarga pak Yosef," kata Achmad Taufan.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved