Jalani Pahitnya Kehidupan Mengemis, Baliah si Pengemis 'A Kasian A' Malah Jadi Guyonan Netizen
Pengemis yang diketahui bernama Baliah itu meminta-minta sambil memegang baskom dengan diiringi intonasi nada memohon belas kasih dari pengendara yang
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
Baliah memiliki suami bernama Ropik yang berkebutuhan khusus yakni tidak dapat berbicara alias tunarungu dan bekerja serabutan.
Wanita yang berusia sekitar 40 tahunan itu pun sedikit memiliki gangguan mental dan tidak bisa berkomunikasi lancar seperti orang-orang pada umumnya. Hal itu juga diakui oleh lingkungan sekitarnya.
Ia dan suaminya dikaruniai seorang anak laki-laki yang saat ini duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar.
Tempat tinggalnya berada di dalam gang sempit dan kondisi rumahnya sangat sederhana dengan bangunan yang tidaklah luas namun cukup untuk keluarga kecil mereka.
Penghasilan Baliah dari mengemis hanya berkisar Rp 100 ribu, dan itu belum termasuk ongkos ojek yang mencapai Rp 60 hingga 70 ribu untuk mengantarkannya bolak-balik.
Baca juga: Terungkap! Ini Isi Tas Hitam Pengemis A Kasian A di Bogor, Ternyata Bukan Uang
Baliah tidak setiap hari mengemis di lokasi tersebut, melainkan hanya mengambil momen libur akhir pekan.
Lalu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya Baliah terkadang meminta-minta di area permukiman hingga pasar.
Isi tas berwarna hitam yang dibawa Baliah untuk mengemis hanya berisi perlengkapan yang meliputi botol mineral, karung, payung, piring, dan baskom sebagai wadah untuk meminta-minta.
Getirnya kehidupan harus tetap dijalani Baliah untuk tetap bisa makan dan memenuhi kebutuhan sang anak.
Sementara itu, Baliah mengaku mengenakan jas hujan berwarna biru tersebut lantaran kala itu sedang turun hujan. Namun ia lebih memilih untuk bertahan di tempat tersebut dan enggan berpindah untuk berteduh.
"Dingin, ujan," ujar Baliah saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Jumat (12/1/2024).
Baca juga: Sosok Pengemis A Kasian A di Gunung Salak Bogor Terungkap, Ternyata Tulang Punggung Keluarga
Dengan penghasilan yang sebagian besar hanya untuk ongkos, Baliah yang menjadi tulang punggung harus terus berjuang untuk mencukupi kebutuhannya.
"Enggak cukup, anak jajanya Rp 10 ribu sekolah, beli vocher (wifi) Rp 4 ribu, engga kebagian ini mah, (suami) enggak kerja, engga bisa ngomong," ungkapnya.
Bahkan, ia mengaku pada hari ini harusnya ia pergi ke tempanya meminta-minta. Akan tetapi karena tidak memiliki uang terpaksa ia tidak jadi pergi.
"Kesana hari Sabtu sama Minggu, tadi mau berangkat tapi enggak punya ongkos," pungkasnya.
| Kronologi 2 Remaja Jadi Korban Begal di Jakarta Pusat, Korban Diancam Pakai Senjata Tajam |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kamis 16 April 2026, Waspada Hujan Sedang hingga Petir Mulai Siang hingga Sore Hari |
|
|---|
| Kakek Pencari Ikan yang Hilang di Cilebut Bogor Ditemukan Tewas, Hanyut 21 Km, Leher Terlilit Jala |
|
|---|
| Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan Bangunan Liar di Sekitaran Pasar Parung, 191 Lapak PKL Dibongkar |
|
|---|
| Penjelasan IPB University Soal 8 Mikroskop Hilang, Telusuri Dugaan Keterlibatan Orang Dalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/jadi-perbincangan-net.jpg)