Bukan KDRT, Kakak Ipar Ungkap Tabiat Suami Pengemis A Kasian A, Sebut Baldiah Berlebihan: Lebay!

Pengakuan pengemis a kasian a soal KDRT yang dilakukan suaminya dibantah oleh pihak keluarga.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: widi bogor
Kolase Youtube/Faisal Soh
Pengakuan pengemis a kasian a soal KDRT yang dilakukan suaminya dibantah oleh pihak keluarga. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pengakuan pengemis a kasian a soal KDRT yang dilakukan suaminya dibantah oleh pihak keluarga.

Mertua dan kakak ipar Baldiah menegaskan tak ada kekerasan dalam rumah tangga pengemis wanita itu.

Perilaku sang suami, Ropik tampaknya disalah artikan oleh Baldiah.

Sebab sang suami merupakan seorang tuna rungu wicara.

Sehingga dalam kesehariannya, Ropik lebih banyak menggunakan tangannya untuk berkomunikasi.

Pasangan suami istri ini tinggal di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

"Enggak bisa bahasa isyarat," kata kakak ipar Baldiah dikutip dari Youtube Faisal Soh.

Ropik dan Baldiah berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh.

Bahkan Ropik sering kali berkomuniasi dengan tangannya untuk menepuk lawan bicaranya.

Ia juga kerap memanggil seseorang dengan cara melempar batu kecil.

Mertua Baldiah juga membantah KDRT yang dikatakan pengemis a kasian a.

"Enggak benar," kata ayah mertuanya.

Ia mengatakan kalau anak laki-lakinya itu memang memiliki karakter seperti itu.

"Kalau ketemu orang tidak kenal, mau salaman, ditepok," kata dia.

Hal itulah yang menurutnya jadi bahasa sehari-hari Ropik karena tak bisa bicara dan mendengar.

Sementara Baldiah sendiri mengalami gangguan mental, sehingga tak paham dengan maksud suaminya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved