Idul Fitri 2024

Cerita Esa, Anggota Basarnas yang Tugas di Gadog Selama Idul Fitri, Obati Rindu Lewat Video Call

Ia diberi tanggung jawab menjaga Simpang Gadog, memantau titik-titik penting lain, termasuk pelabuhan dan Ancol.

Penulis: Wahyu Topami | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Esa (29) Anggota Basarnas yang Tidak Bisa Berkumpul bersama Keluarganya saat Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, Minggu (14/4/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Seorang anggota Basarnas rela tak merayakan Lebaran 2024 demi bertugas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor.

Esa (29) terpaksa hanya bisa melepas rindu lewat video call pada perayaan Idul Fitri 1445 hijriah.

Pria asal Purwakarta tersebut berjaga sejak 3 April 2024 hingga 18 April 2024 nanti.

Ia diberi tanggung jawab menjaga Simpang Gadog, memantau titik-titik penting lain, termasuk pelabuhan dan Ancol.

"Saya melakukan pengecekan peralatan secara berkala untuk siaga, memantau wilayah yang ditugaskan, mulai dari Gadog sampai Puncak Pass, kemudian memantau juga pelabuhan dan Ancol melalui pemantauan darat dan udara," kata Esa saat ditemui di Pos Basarnas Simpang Gadog, Minggu (14/4/2024).

Esa tak memungkiri di tengah tanggung jawabnya, ia memendam rasa rindu tebal pada istri dan anak di Solo.

"Sudah video call, dia sudah nanya kapan pulang, terus ngabarin dia punya kucing baru, udah dikasih nama. Tapi tetap ya rindu mah pasti apalagi kumpul bersama Ibu dan Bapak tentunya istri dan anak juga ya. Kumpul di hari raya itu, kangen masakan opor ayam buatan ibu, rasanya pengen gitu ngumpul makan opor itu," ujarnya.

Bagi Esa, opor ayam dan momen bersama keluarga telah menjadi kenangan indah.

Sejak 2014, Esa belum pernah lagi pulang saat Hari Raya Idul Fitri.

"Saya belum pernah pulang sejak 2014 dan saat saya pulang terakhir kali, semuanya berbeda karena bapak sudah tidak ada," katanya.

Esa menceritakan bahwa ayahnya meninggal saat dia sedang melakukan operasi SAR di laut pada tahun 2023, ketika sebuah kapal tenggelam di perairan Jakarta.

"Lebaran tahun kemarin bersamaan dengan tragedi kapal tenggelam di Teluk Jakarta dan operasi-operasi lainnya. Saya tidak sempat bersilaturahmi dengan orang tua, hanya berkomunikasi lewat telepon dengan bapak. Saat takbir berkumandang, saya menerima kabar bahwa bapak sakit. Saya masih dalam operasi saat itu, dan momen lebaran itu terlewat begitu saja," ungkapnya.

Meskipun bapaknya telah tiada, Esa tetap mengikuti pesan-pesan yang ditinggalkan.

"Saya tetap berpegang teguh pada pesan yang dititipkan ayah saya, yakni menjadi anak yang jujur, mandiri, dan kebanggaan orang tua. Saya juga berusaha menjadi berguna bagi semua orang," jelasnya.

Saat ini, Esa masih bertugas di Pos Basarnas di Simpang Gadog, Jalan Raya Puncak Bogor, dan berencana untuk pulang 10 hari setelah lebaran.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved