Kementan Kirim 61 Petani Magang ke Luar Negeri, Diminta Taati Aturan dan Cari Teman Sebanyak Mungkin

Pengukuhan dan pelepasan peserta dilakukan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, didampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti

|
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Naufal Fauzy
TribunnewsBogor.com/WahyuTopami
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi saat dijumpai di PPMKP Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu (21/4/2024). 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengukuhkan dan melepas Peserta Magang Taiwan Batch-4 Program YESS (Youth Entrepreneur and Employment Support Services) tahun 2024, di Pusat Pelatihan Manajemen dna Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Pada Batch-4 ini, program yang merupakan hasil kerja sama BPPSDMP dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) akan memberangkatkan 61 petani muda penerima manfaat program YESS.

Pengukuhan dan pelepasan peserta dilakukan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, didampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti.

"Saat saya studi di Jepang, saya langsung bertemu dengan profesor pembimbing saya. Dengan keterbatasan bahasa yang saya miliki, nasihat itu akan saya sampaikan pada kalian sekarang (peserta)," kata Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, Minggu (21/4/2024).

Dedi menekankan pentingnya adaptasi peserta magang terhadap tiga hal utama, seperti cuaca, iklim dan bahasa.

"Pertama, iklim dan cuaca. Taiwan berada di wilayah peralihan tropis ke subtropis. Kedua, makanan. Kalian harus dapat beradaptasi dengan makanan setempat, namun yang penting harus halal. Ketiga, carilah teman dari Taiwan sebanyak mungkin dan kuasai bahasa mereka," papar Dedi.

Dedi juga mengingatkan peserta bahwa mereka adalah duta bangsa, bukan hanya dari daerah asal mereka.

"Ingat, tujuan kalian dikirim kesana adalah untuk magang, belajar, dan membawa pengalaman serta pengetahuan kembali ke Indonesia. Taati peraturan dan hukum di sana," paparnya.

Menurutnya, budaya Taiwan menghargai kerja keras, baik di perkantoran maupun di bidang pertanian.

Sementara itu Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa durasi magang berlangsung selama satu tahun dan bisa diperpanjang menjadi Specialized Skill Worker (SSW).

"Di sana, mereka akan belajar seluruh proses agribisnis, dari produksi hingga pemasaran. Tujuannya adalah menciptakan pelaku agribisnis yang berkualitas dari Indonesia," katanya.

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2023, BPPSDMP telah mengirim 99 peserta magang ke Taiwan, dan tahun 2024 ini akan memberangkatkan 61 orang.

Direncanakan juga akan ada pemberangkatan kembali sejumlah 40 orang pada bulan Oktober 2024.

"Para peserta magang dari Indonesia bersaing dengan peserta dari negara lain, dan mereka lebih disukai oleh perusahaan penerima karena dianggap taat dan patuh," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved