Info Mayapada Bogor

Lancar Jalani Ibadah Haji dengan Jantung yang Sehat, Ini Tanda-tanda Harus Mendapat Pertolongan

dr. Fahmi Idrus Shahab dari Mayapada Hospital Bogor mengungkapkan tanda-tanda serangan jantung yang perlu diketahui para jemaah haji.

|
Editor: Tsaniyah Faidah
Tribunnews/Bahaudin/MCH2019
Salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak dari jemaah haji adalah penyakit jantung. Oleh karena itu, dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP (K) FIHA dari Mayapada Hospital Bogor mengungkapkan tanda-tanda serangan jantung yang perlu diketahui para jemaah haji. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ibadah haji merupakan salah satu ibadah umat muslim yang memerlukan perhatian khusus dan persiapan matang terhadap kesehatan, terutama bagi para jemaah haji dengan kondisi kesehatan tertentu.

Mengutip informasi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak dari jemaah haji adalah penyakit jantung.

Bahkan hingga hari ke-25 penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2023, terdapat 42 dari 78 jemaah haji meninggal di Arab Saudi disebabkan oleh penyakit jantung.

Apa penyebab terjadinya penyakit jantung?

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi dan Kardiovaskular Intensivist, dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP (K) FIHA dari Mayapada Hospital Bogor menjelaskan, faktor usia dan riwayat kesehatan adalah beberapa faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi jantung dan meningkatkan risiko para jemaah haji terkena penyakit jantung.

"Misalnya, Laki-laki dengan usia diatas 45 tahun, perempuan dengan usia di atas 55 tahun, juga riwayat penyakit yang pernah dialami seperti penyakit penyerta (komorbid) hipertensi, diabetes, dan obesitas," katanya.

Oleh karena itu, kata dr. Fahmi, para jemaah haji yang mengidap penyakit jantung seyogyanya waspada terhadap tanda-tanda serangan jantung dan juga merencanakan persiapan fisik, serta melakukan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan kesehatan dan keselamatannya selama menjalani ibadah haji.

Ia kemudian mengungkapkan tanda-tanda serangan jantung yang perlu diketahui para jemaah haji.

Ia mengimbau, jemaah haji perlu waspada ketika merasakan beberapa hal, seperti tiba-tiba nyeri hebat di dada sebelah kiri dan menjalar ke leher, rahang, dan bahu.

Kemudian merasa sesak napas, kelelahan ekstrim, keringat dingin, dan nyeri ulu hati.

"Jika jemaah haji merasakan tanda-tanda tersebut, segera meminta bantuan tenaga kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Intensivis Mayapada Hospital Bogor, dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP (K), FIHA.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Intensivis Mayapada Hospital Bogor, dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP (K), FIHA. (Dokumentasi Mayapada Hospital)

Para jemaah haji dengan gangguan pada jantung, seperti Penyakit Jantung Koroner(PJK) dan penyakit gagal jantung yang sedang dalam terapi harus rutin mengkonsumsi obat yang telah diberikan dokter jantung.

Jika selama menjalani ibadah jemaah haji kehabisan obat rutin, laporlah kepada Tenaga Kesehatan Haji (TKH) sesuai dengan kloter atau kelompok terbang, karena dalam pelaksanaan tugasnya, TKH dibekali obat-obatan dan perbekalan kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji.

Penyaluran obat-obatan untuk TKH dilakukan melalui depo obat yang berada di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Pemeriksaan jantung seperti EKG sebelum ibadah haji juga merupakan hal yang penting dilakukan, sehingga jemaah haji dengan faktor risiko penyakit jantung dapat terdeteksi dan terhindari dari serangan jantung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved