Ledakan di Klapanunggal Bogor, Densus 88 Antiteror Diterjunkan, Ini Hasilnya

Ledakan di salah satu rumah di wilayah Kampung Cibulakan, Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor diduga merupakn peledak untuk perta

Editor: Yudistira Wanne
Kolasi Tribunnews Bogor
Rumah lokasi ledakan di Klapanunggal Kabupaten Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ledakan di salah satu rumah di wilayah Kampung Cibulakan, Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor diduga merupakn peledak untuk pertambangan batu kapur.

Hal itu diungkapkan oleh warga setempat, Sohidin yang rumahnya berjarak kurang dari 500 meter dari lokasi kejadian.

"Setelah petugas dateng katanya bahan peledak buat gunung kapur," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com.

Sohidin mengatakan, meski dirinya tidak begitu mengenal sosok korban, namun warga lainnya mengenalnya sebagai penambang batu kapur di kawasan Klapanunggal.

Ia juga menerangkan bahwa peledak memang biasa digunakan oleh penambang untuk memecahkan batu kapur selain menggunakan alat berat.

"Warga tau dia penambang di sana, bukan jaringan teroris, bukan, penambang kapur dia disana, Jadi buat bahan mecahin batu, pake itu sama beko kan tuh yang drokdok gitu," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara mengungkapkan, petugas menemukan bahan peledak berupa serbuk Potassium Chloride di lokasi kejadian.

Meski begitu, ia mengaku belum bisa memastikan apakah kejadian tersebut memiliki keterkaitan dengan tindak terorisme.

"Sedang didalami dan diselidiki oleh Densus 88," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (14/6/2024).

Alasan melibatkan Densus 88

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan bahwa Densus 88 Antiteror dan Jibom Brimob Kelapa Dua dilibatkan dalam penyelidikan ledakan di Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Rio menjelaskan bahwa dilibatkannya Densus 88 Antiteror dalam peristiwa ledakan ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan teroris.

"Kenapa saya melibatkan Densus? Karena takutnya nanti ada keterkaitan dengan teroris. Jadi hasilnya belum bisa diumumkan," ujar Rio, Jumat (14/6/2024).

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan potassium chloride di lokasi ledakan, yakni di sebuah rumah di Desa Ligarmukti, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Ledakan ya bukan bom, (ledakan) dari potassium chloride," ucap Rio.

Hasil penyelidikan ada atau tidaknya keterlibatan teroris dalam ledakan ini akan disampaikan dalam waktu 1-2 hari.

"Sudah olah TKP semua. Nah hasilnya seperti apa nanti kita rilis. Di TKP juga sudah dipasang garis polisi dan warga diimbau untuk tidak mendekat," kata Rio.

Lebih lanjut, ia juga membenarkan bahwa ledakan ini menyebabkan satu orang luka-luka, yakni pemilik rumah bernama Nurmanto. Nurmanto mengalami cedera pada bagian tangan dan kaki.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara yang menyebutkan bahwa korban telah menjalani amputasi dan masih dirawat di ruang intensive care unit (ICU).

"Kondisi korban dari RSUD Cileungsi dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan telah menjalani tindakan medis berupa amputasi tangan kiri dan kaki kiri, saat ini belum sadar," kata Teguh.

Ledakan yang menyebabkan Nurmanto diamputasi ini terjadi pada Rabu sekitar pukul 13.50 WIB. Seorang pedagang bernama Saipan menjadi saksi dalam ledakan yang terjadi di rumah korban.

Saat itu, Saipan berada di depan rumah korban. Ia langsung melapor ke Ketua RT setempat setelah mendengar adanya ledakan. Mobil siaga desa juga dihubungi untuk mengevakuasi korban.

"Tidak lama kemudian datang mobil siaga desa dan membawa korban saudara Nurmanto ke RSUD Cileungsi untuk penanganan lebih lanjut," ujar Teguh.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved