Buron Kasus Vina Cirebon Ditangkap

'Error' Penangkapan Pegi Setiawan, Kepercayaan Kepada Polda Jabar di Titik Nadir, Pakar Sesalkan

Pihak kuasa hukum Pegi setiawan mengaku yakin bahwa ada error in persona dalam penangkapan Pegi Setiawan di kasus Vina Cirebon

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
Kolase KompasTV
Pakar sebut kepercayaan masyarakat kepada Polda Jabar di kasus Vina Cirebon di titik nadir. Hanya ada satu-satu jalan. 

"Kami yakin 99 persen bahwa praperadilan akan berhasil. Kami akan memberikan bukti-bukti yang kuat dan akan melihat bahwa penyidik sudah melanggar SOP dan ada beberapa kejanggalan yang akan kami sampaikan," ujarnya.

Baca juga: Bongkar Identitas 2 Wanita yang Jemput Vina Cirebon, Pengacara Pegi Setiawan Bocorkan Petunjuk Baru

Kepercayaan publik terancam

Diketahui, adanya sejumlah kejanggalan yang mencuat di kasus Vina Cirebon termasuk soal penangkapan kuli bangunan Pegi Setiawan membuat Polda Jabar disorot.

Masyarakat mempertanyakan kinerja pihak Kepolisian Polda Jabar dalam mengungkap kasus pembunuhan Vina dan Eky ini.

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menjelaskan bahwa fokus Polda Jabar di kasus Vina Cirebon seharusnya bukan mencari DPO Pegi alias Perong.

Tapi eksaminasi ke titik hulu guna mereview kerja scientific pada tahun 2016 silam.

Serta yang menjadi masalah, kata dia, tampaknya kepercayaan publik terhadap Polda Jabar di kasus Vina Cirebon sudah pada titik terendah.

Baca juga: Pegi Cianjur dan Cecep Jangan Alibi, Kasus Vina Cirebon Harus Tuntas, Tes DNA Jadi Pembuktian

"Persoalannya adalah tampaknya kepercayaan publik terhadap Polda Jabar di kasus Cirebon ini berada pada titik nadir," kata Reza Indragiri dalam tayangan NTV, Minggu (30/6/2024).

Itulah sebabnya, kata dia, apapun yang dikatakan, apa pun yang dilakukan Polda Jabar di kasus Vina Cirebon ini berpotensi memantik sinisme masyarakat.

"Gak usah disurvei lah, silahkan saja lihat komentar-komentar netizen, hampir semua sinisme kepada kepolisan, dan itu kita sesalkan," katanya.

Maka dari itu, kata dia, eksaminasi yang harus dilakukan adalah eksaminasi hybrid.

Menggabungkan antara tim Polri dengan tim yang merepresentasikan masyarakat.

Baca juga: Nah Lho! Pegi Cianjur dan Cecep Sempat Nampak di Tol Arah Purwakarta, Mau Kemana?

"Inilah satu-satunya pendekatan yang menurut saya yang mudah-mudahan bisa diandalkan, bisa diharapkan untuk mempersempit jarak antara Polda Jabar di kasus Cirebon ini dengan masyarakat secara luas," kata Reza.

Kalau eksaminasi ini secara eksklusif hanya dilakukan oleh Polri, Reza mengaku tidak yakin jarak yang dimaksud akan menyempit.

Justru mungkin bahkan bakal semakin lebih menjauh.

"Jarak apa ?, jarak antara kepercayaan masyarakat dengan otoritas Polda Jabar khususnya dalam kasus Cirebon ini," ungkap Reza.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved