Catatan Kelam Parungpanjang Dibongkar Kapolres Bogor, Dedi Mulyadi: Ini Neraka Warga

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat terpilih terkejut mendengar catatan kelam soal Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani, Tangkapan layar YouTube Dedi Mulyadi
TRUK TAMBANG - Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat terpilih terkejut mendengar catatan kelam soal Parungpanjang, Kabupaten Bogor. 

"100 orang meninggal di Parung Panjang, selama ini ? Itu akibat lambannya provinsi membangun jalan itu ? berakibat terjadinya kecelakaan," kata Demul.

Dedi Mulyadi menjelaskan saat ini sudah dipastikan perbaikan jalan di Parung Panjang akan segera dikerjakan.

"Sisi jalan kita sudah ok, kalau tahun sekarang terlalu mepet. 2026 sudah ok. Kita bangun total selesai yang penting tanahnya, karena ingin diperlebar kan, disiapin jalan tambang khusus," katanya.

Anggaran yang diperlukan untuk pembangunan jalan berkisar Rp 48 miliar.

Dedi Mulyadi mengatakan sebelum dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat akan mendorong Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan pembangunan di Parung Panjang.

"Tahun ini saya bisa paksa kepala PU untuk segera membangun jalan existing jalan provinsi yang sudah ada, sebelum berpikir tentang jalan tol tambang," katanya.

Hanya saja masalahnya kini anggaran sudah ditetapkan sehingga perlu menunggu perubahan.

"Membangun jalan Parung Panjang kurang lebih Rp 50, Rp 75 miliar gak masalah tahun ini kita bangunin. Asal kepala PU bersedia mau melelangkan, kan kemarin alasannya waktunya mepet. makanya mudah-mudahan Mendagri memberi peraturan tentang perubahan anggaran, karena ini menyangkut nyawa orang," kata Dedi Mulyadi.

Selain kondisi jalan, Dedi Mulyadi juga perlu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Tangerang untuk mensinkronkan jam operasional truk tambang.

"Jam operasional tolong disinkronkan antara Pemprov Banten dengan Pemprov Jabar. Si penambang ketika jam operasional berbenturan dengan orang tua antar jemput anak sekolah, aktivitas masyarakat di pasar itu berbenturan bisa meningkatkan jumlah korban," kata AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved