Usai Retret di Magelang, Demul Ajak Kepala Daerah se-Jabar untuk Larang Study Tour dan Wisuda SD-SMP

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana akan mengajak seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk melarang agenda study tour dan wisuda di tingkat TK

Tayang:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Kolase TikTok dedimulyadiofficial
DEDI MULYADI LARAG WISUDA TK DAN SD - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana akan mengajak seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk melarang agenda study tour dan wisuda di tingkat TK, SD, dan SMP. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana akan mengajak seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk melarang agenda study tour dan wisuda di tingkat TK, SD, dan SMP.

Dedi Mulyadi sudah melarang sekolah SMA di Jawa Barat untuk melaksanakan study tour.

Bahkan ia telah mencopot Kepala SMAN 6 Depok, yang tetap memberangkatkan siswa study tour ke Bali.

Setelah melarang study tour untuk sekolah SMA, rupanya Demul menerima banyak aduan untuk TK, SD, dan SMP.

Namun rupanya untuk pengawasan siswa TK, SD, dan SMP berada di Dinas Pendidikan masing-masing daerah.

Saat hari kedua retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Dedi Mulyadi mengajak Bupati Bandung Barat Dadang Supriatna untuk melarang acara study tour di tingkat TK, SD, dan SMP.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga meminta acara wisuda untuk TK, SD, dan SMP ditiadakan.

"Banyak yang usul juga, kalau SD, SMP, TK kan kewenangan Bupati. Sekarang study tour kita gak boleh dong keluar yang jauh-jauh, mungut biaya tinggi," kata Dedi Mulyadi di akun TikToknya, @dedimulyadiofficial, Sabtu (22/2/2025).

Ia lalu menanyakan kesiapan Bupati Bandung untuk melarang kebijakan itu.

"Ada keluhan juga anak-anak SD wisuda, TK wisuda, kegiatan-kegiatan yang tidak ada relefansinya dengan pembelajaran, katanya minta juga dihapus. Pak Bupati berani gak?," tanya Demul.

Dengan penuh semangat, Dadang Supriatna pun mengaku siap.

"Siap berani," katanya lantang.

Pada video selanjutnya, Dedi Mulyadi menegaskan kalau kegiatan itu tidak ada relevansinya untuk perkembangan anak-anak.

"Ada pertanyaan, TK, SD, SMP masih tuh kegiatannya dilaksanakan, study tour, wisuda seperti kawinan, masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak," kata Demul.

Namun menurut dia, untuk TK, SD, dan SMP pengawasannya berada di bawah Dinas Pendidikan kabupaten dan kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved