"Pada Sujud" Momen Warga Pasrah Rumahnya Oleng Imbas Tanah Bergeser di Bogor, Demul Siapkan Solusi
Para warga Kampung Curug, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor berlarian menyelamatkan diri ketika rumah mereka mendadak oleng
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
Di pengungsian, Nuni bertahan yang juga bertepatan dengan masa awal Ramadhan 2025 ini.
Nuni mengaku warga masih dibayangi oleh rasa was-was saat menyantap sahur dan berbuka puasa karena sempat terjadi pergeseran tanah susulan.
Sehingga tidak menutup kemungkinan pergeseran tanah yang merusak rumah itu kembali terjadi.
Nuni berencana mencari kontrakan untuk sementara dia dan keluarganya tinggal.
"Kadang kita sahur sama bukanya tuh agak ngeri juga karena kan sementara dua hari ini belum ketemu kontrakan gitu," katanya.
Diketahui, selain pergeseran tanah, Bogor juga dilanda banjir imbas hujan deras beberapa hari terakhir ini, seperti yang terjadi di kawasan Puncak Bogor dan Gunungputri yang berbatasan dengan Bekasi.
Dedi Mulyadi Siapkan Solusi
Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi (Demul) menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa meninjau langsung satu per satu lokasi bencana di Jawa Barat.
Sebab, kata dia, bencana alam ini terjadi di banyak tempat dan terjadi secara serentak.
"Mohon maaf apabila saya tidak bisa menyapa satu per satu daerah yang mendapat musibah, karena Jawa Barat sangat luas dan musibahnya berlangsung secara bersama," kata Dedi Mulyadi melalui unggahan instagramnya, Rabu (5/3/2025).
Namun, kata Dedi, walaupun dirinya tidak berkunjung ke lokasi-lokasi bencana ini, dia berupaya menciptakan solusi untuk mengatasi permasalah bencana di Jawa Barat ini.
"Tetapi yakinlah bahwa walaupun saya tidak berkunjung, saya sudah mendesain berbagai langkah dan kebijakan setelah musibah ini berlangsung untuk ke depan dilakukan penataan dan perbaikan," katanya.
"Perbaikan saluran air, perbaikan rumah-rumah yang roboh, perbaikan sistem pengelolaan lingkungan, perbaikan ipal dan berbagai bentuk kebijakan reboisasi hutan, penyelamatan daerah-daerah sungai," sambung Dedi.
Menurut Dedi, ini merupakan bagian dari konsen prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan yang dia lakukan.
"Karena sesungguhnya ini adalah tradisi yang diwarisi oleh leluhur kita tentang bagaimana melakukan pengelolaan alam secara baik," ungkapnya.
Baca berita Tribunnews Bogor lainnya di Google News
Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t
| 'Tenang Pak', Ucapan Terakhir Linmas di Dramaga Bogor Sebelum Tewas Tertimbun Longsor |
|
|---|
| Miliki Karakteristik Beragam, DPRD dan Pemkab Bogor Bahas Raperda Perlindungan Masyarakat Hukum Adat |
|
|---|
| Sosok Aman Yani yang Disebut Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Ternyata Hilang Sejak 2016 |
|
|---|
| Dilanda Cuaca Buruk, Bupati Bogor Imbau Bersihkan Saluran Air dan Tanam Pohon untuk Cegah Bencana |
|
|---|
| Titik Akhir Kirab Mahkota Binokasih Pajajaran di Kebun Raya Bogor Batal, Surken Titik Utama Perayaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Para-warga-Kampung-Curug-berlarian-menyelamatkan-diri-ketika-rumah-mereka-mendadak-oleng.jpg)