Info UMKM Bogor
Mengangkat Identitas Kota Hujan Lewat Batik Bogor Tradisiku, Intip Cara Pembuatannya
Batik Bogor Tradisiku lahir dari inisiatif Alm. Siswaya, yang saat itu ingin membantu pengrajin batik Yogyakarta yang terdampak gempa bumi.
Selanjutnya, proses penembokan dilakukan menggunakan canting tulis untuk melindungi warna pertama.
Bagian yang tertutup lilin malam akan mempertahankan warna pertama, sedangkan area terbuka akan berubah warna saat proses pencelupan kedua.
Setelah pewarnaan kedua selesai, kain melalui proses pelorodan atau perebusan untuk melepaskan lilin malam.
Tahap akhir adalah penjemuran kembali dengan cara dianginkan hingga kering.
Seluruh proses ini memerlukan ketelitian dan kesabaran untuk menghasilkan motif yang rapi dan berkualitas tinggi.
Mengenai tantangan dalam mengenalkan batik khas Bogor, pegawai di Batik Bogor Tradisiku Siti Nurhalimah mengaku, keberadaannya masih kurang diketahui oleh masyarakat.
"Masyarakat masih banyak yang belum tahu kalau Bogor punya batik dengan motif khas. Jadi, kami terus berupaya mengenalkannya lewat pameran, media sosial, dan workshop batik," ucapnya.
Salah satu upaya Batik Bogor Tradisiku untuk membedakan diri adalah dengan mengangkat ikon-ikon khas Bogor dalam motifnya.
Beberapa motif yang menjadi ciri khas antara lain Motif Kujang yang merepresentasikan senjata tradisional khas Jawa Barat, Motif Kijang terinspirasi dari hewan yang sering dijumpai di halaman Istana Bogor, dan Motif Hujan Gerimis mencerminkan julukan Bogor sebagai Kota Hujan.
Selain memproduksi batik, Batik Bogor Tradisiku juga mengadakan workshop batik untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan proses pembuatan batik sekaligus menanamkan apresiasi terhadap warisan budaya.
Selain itu, membuat batik tetap relevan dan menarik bagi generasi muda yang cenderung lebih tertarik pada tren fashion modern.
(Sherly Puja Tania/Sekolah Vokasi IPB)
| Legendaris Sejak 1970, Intip Rahasia Dodol Bojong Indira’f Bogor yang Tetap Legit Tanpa Pengawet |
|
|---|
| Jaga Resep Warisan, Jamu Gendong Putri asal Bogor Laku 1000 Botol Seminggu karena Rempah Alami |
|
|---|
| Sosok Mukhlis Pendiri Rumah Anorganik di Bogor: Ubah Limbah Jadi Cuan, Produknya Sampai ke Hotel |
|
|---|
| LaQuisha PastaNda, UMKM Rumahan di Bogor Tawarkan Menu Pasta Homemade dan Less Sugar |
|
|---|
| UMKM Rasakoe Asal Bogor Sukses Ekspor Bumbu Nusantara, Produksi 15 Ton Setiap Bulan Tanpa Pengawet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/butik-batik-bogor-tradisiku.jpg)