Sumringah Sopir Angkot Puncak Bogor Bertemu Dedi Mulyadi, Disuruh Nganggur Tanpa Dimarahi Istri

Wajah para sopir angkot di Puncak Bogor sumringah ketika mereka bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hal ini terjadi ketika Dedi Mulyadi

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
@dedimulyadi71
SOPIR ANGKOT SUMRINGAH - Wajah para sopir angkot di Puncak Bogor sumringah ketika mereka bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hal ini terjadi ketika Dedi Mulyadi mengunjungi kawasan Puncak Bogor, Kamis (27/3/2025). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wajah para sopir angkot di Puncak Bogor sumringah ketika mereka bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Hal ini terjadi ketika Dedi Mulyadi mengunjungi kawasan Puncak Bogor, Kamis (27/3/2025).

Kunjungan Dedi ini juga disambut oleh Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor dan yang lainnya.

Dalam momen ini, Dedi membantu mengurangi kemacetan dengan mengurangi jumlah kendaraan umum di jalur arteri.

Cara ini sebetulnya sudah Dedi lakukan di jalur-jalur arteri di berbagai daerah lain di Jawa Barat.

Puncak Bogor tak terkecuali, karena Jalan Raya Puncak merupakan jalan nasional yang sudah menjadi langganan kemacetan lalu lintas.

Untuk membantu kelancaraan arus, para sopir angkot di kawasan Puncak Bogor ini dirumahkan dan tidak boleh bekerja selama momen Lebaran 2025.

Sebagai gantinya, Dedi akan memberikan konpensasi selama para sopir angkot ini diam di rumah saat Lebaran ini.

Para sopir angkot pun merespon positif hal ini, karena mereka tidak perlu kerja selama Idul Fitri ini namun gaji sudah di tangan.

Karena hal ini, para sopir angkot ini bisa merasakan bagaimana menjadi suami yang bebas dan nganggur tanpa dimarahi istri meski cuma sementara.

"Ini rombongan sopir angkot, jalur Puncak setelah lebaran biasanya macet, horor, sekarang mereka kita liburkan, biarkan dia bahagia mendekap istri di rumah," ucap Dedi dalam unggahannya, Kamis (27/3/2025) direspon tawa yang lainnya.

Dedi menjelaskan, dengan cara ini setidaknya nanti aparat Polisi, TNI dan Pemda yang mengamankan arus mudik dan balik lebaran di Jalan Raya Puncak bisa terbantu.

Terbantu dengan berkurangnya titik-titik kemacetan yang biasanya diakibatkan oleh angkot yang ngetem atau menaik turunkan penumpang.

"Biar tugasnya (aparat) agak ringan. Kalau mereka (angkot) tidak ngetem di jalan, mereka libur, minimal jalannya kosong, macetnya tidak terlalu parah ya," ucap Dedi.

Dedi juga mengingatkan kepada warga Bogor untuk jangan berani lagi melakukan praktik pungutan liar (pungli).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved