"PT Kontrak Lahan !" Blak-blakan Dedi Mulyadi Sentil PTPN: Dulu Mah Bagus, Sekarang Malah Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi blak-blakan mengkritik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang dia nilai kerap menyewakan lahan perkebunan

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
@dedimulyadi71
DEDI MULYADI KRITIK PTPN - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi blak-blakan mengkritik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang dia nilai kerap menyewakan lahan perkebunan. 

"Ini PTPN kerjanya ngontrakin lahan aja terus, padahal judulnya PT Perkebunan Nusantara," kata Dedi.

"PT Perkebunan Nusantara kerjanya ngontrakin lahan, berarti PTPN nanti mah berarti PT Kontraktor Lahan," sambung Dedi direspon tawa para pekerja.

Kemudian Dedi menjelaskan para pekerja yang dia temuinya tersebut.

Mereka ini, kata Dedi, sangat rawan menjadi pengangguran karena mereka hanya kerja kuli harian lepas.

"Ini temen-temen ya, kawan-kawan ini dulu kerja sebagai kuli petik teh, karena tehnya diabaikan, tidak diurus, akhirnya tehnya menurun produktifitasnya, akhirnya daya jualnya rendah, akhirnya dikontrak-kontrakin," kata Dedi.

"Dan mereka sebentar lagi jadi-calon pengangguran. Ada proyek ada kerja, tidak ada proyek tidak ada kerja," sambung Dedi.

Padahal, kata Dedi, kehidupan warga-warga pekerja ini bisa lebih baik jika mereka tetap menjadi pekerja pemetik teh.

Karena jika menjadi pemetik teh, mereka bisa mendapatkan penghasilan tetap, tidak seperti sekarang yang menjadi kuli harian lepas.

Kemudian Dedi mencoba berbincang lagi dengan salah satu warga pekerja.

Pekerja itu kepada Dedi mengaku sebelumnya dia sampai 15 tahun bekerja sebagai pemetik teh.

Selain itu Dedi menambahkan bahwa dulu pekerja di PTPN dikenal gagah.

"Dulu mah orang perkebunan teh gagah, jaman tahun 80-an, 90-an, grup maen bolanya bagus PTPN mah. Orang lain belum pernah naik mobil, PTPN mah udah naek mobil truk," katanya.

"Ayeuna jadi kieu dikelola kunu parinter teh (sekarang setelah dikelola orang-orang pinter malah jadi begini)," sambung Dedi.

Kemudian saat bersalaman pamit dengan para pekerja tersebut, Dedi kembali mengeluarkan sindiran.

Yaitu ketika ada pekerja yang salaman meminta maaf ke Dedi karena tangannya kotor.

"Mending kotor rezekinya rezeki berkah halal, daripada tangan bersih tapi rezekinya gak berkah," ungkap Dedi sambil bersalaman dengan para pekerja kuli tersebut.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved