Beda Pandangan Organda dan Dishub Soal Angkot Jalur Puncak Bogor Tetap Narik Saat Lebaran
Mengenai operasional angkot jalur Puncak Bogor saat lebaran direspon Dishub dan Organda Kabupaten Bogor.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mengenai operasional angkot jalur Puncak Bogor saat lebaran direspon Dishub dan Organda Kabupaten Bogor.
Keduanya menyampaikan pendapat yang berbeda.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memberhentikan sopir angkot yang nekat beroperasi setelah diliburkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Padahal, mereka mendapatkan kompensasi senilai Rp 1,5 juta sebagai bekal selama 7 hingga 8 hari tidak beroperasi selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Tak hanya diberhentikan dan diberikan imbauan, Dishub Kabupaten Bogor mengaku akan memberikan sanksi tegas, berupa pencabutan izin operasi.
"Kami akan tarik perizinannya, salah satu alasannya tidak mendukung program kerja Pemprov Jawa Barat," kata Kepala Bidang Pengendali dan Operasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, Selasa (1/4/2025).
Sementara itu, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor Haryandi menilai kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu memiliki kelemahan.
Haryandi menjelaskan bahwa kebijakan tersebut belum menyentuh pegusaha atau pemilik angkot.
“Yang mendapatkan kompensasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hanyalah sopir angkot di kawasan Puncak. Itupun tidak menyeluruh,” jelasnya.
Haryandi melanjutkan bahwa pemilim angkot juga mengalami dampak buruk usai instruksi gubernur yang telah dikeluarkan.
“Ke depan, nasib para pegusaha atau pemilik angkot juga harus diperhatikan, karena banyak yang masih harus dibayar seperti angsuran kendaraan, pajak dan uji KIR armada angkotnya," tutur Haryandi.
“Kan yang tanda tangan kesepakatan dan intergritas hanya salah seorang sopir, bagaimana nasib sopir yang yang satu lagi beserta keluarganya jika tidak boleh bekerja. Karena itu, sejak awal saya tidak menjamin,” sambungnya.

Angkot tetap beroperasi
Sebelumnya, sopir angkot di jalur Puncak Bogor nekat mengabaikan instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Para sopir angkot mau tak mau tetap melanjutkan hidup dengan narik angkot saat lebaran meski sudah dilarang.
Antisipasi Kerusuhan, Personel Polisi Disiagakan Pada Objek Vital di Kota Bogor |
![]() |
---|
Demo Anarkis di Banyak Daerah, Dedie Rachim Berharap Kota Bogor Tetap Aman |
![]() |
---|
Beda Gaya Sri Sultan dan Dedi Mulyadi Saat Datangi Pendemo, KDM Dilempari hingga Duduk Lesehan |
![]() |
---|
Situasi yang Memanas di Berbagai Daerah, Kapolresta Minta Masyarakat Kota Bogor Tidak Terprovokasi |
![]() |
---|
Aksi Unjuk Rasa Memanas di Berbagai Daerah, Kapolres Ajak Warga Kabupaten Bogor Jaga Kondusifitas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.