Breaking News

Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Qadha? Simak Penjelasan Buya Yahya

Berikut adalah penjelasan pendakwah Buya Yahya soal seringnya kaum muslimin menggabung puasa syawal dengan puasa qadha di bulan setelah Ramadhan.

Editor: khairunnisa
freepik
NIAT PUASA SYAWAL: Ilustrasi puasa syawal, disadur pada Selasa (1/4/2025). Simak penjelasan pendakwah Buya Yahya soal seringnya kaum muslimin menggabung puasa syawal dengan puasa qadha di bulan setelah Ramadhan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Simak penjelasan terkait pelaksanaan puasa syawal yang sering dikerjakan berbarengan dengan puasa qadha atau bayar utang puasa.

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa puasa syawal sekaligus bayar utang bisa dikerjakan.

Namun bagaimana tata cara pelaksanaan puasa syawal digabung puasa qadha?

Perlu diketahui bahwa puasa syawal selama 6 (enam) hari adalah termasuk sunnah yang dikukuhkan.

Enam hari itu bisa secara berurutan dan juga boleh dipisah-pisah yang penting puasa itu dilakukan di bulan Syawal.

Dikutip dari laman Al Bahjah, adapun bagi seseorang yang pernah punya utang puasa seperti wanita haid, jika ingin mengqodho maka tidak diperkenankan menggabung antara niat qadha dengan niat puasa syawal.

Akan tetapi jika ia melakukan puasa qadha dengan niat qadha bertepatan di hari syawal secara otomatis ia akan mendapatkan pahala puasa di bulan syawal.

Jadi cara niatnya cukup niat puasa qadha saja dan di saat itu ia mendapatkan pahalanya puasa syawal.

Maka dihimbau bagi wanita atau siapapun yang mempunyai utang puasa hendaknya diqadha di bulan syawal agar mendapatkan pahalanya sekaligus.

Tapi ingat niatnya tetap niat mengqadha saja.

Adapun jika puasa syawal digabung dengan puasa sunnah yang lainnya adalah boleh.

Waktu terbaik mengerjakan puasa syawal

Dijelaskan Buya Yahya, dalam mazhab Imam Syafi'i, puasa sunnah Syawal sangat dikukuhkan dikerjakan pada tanggal 2 Syawal, dan dikerjakan berurutan selama 6 hari.

"Penjelasan dari Faatbaahu Sittan, puasa 6 syawal itu disunnahkan, menurut Imam Syafi'i disunnahkan di atas sunnah sangat dikukuhkan, jika ditanggal ke-2 berurutan sampai tanggal ke-6. Itu dalam mazhab Imam Syafi'i radhiallahu 'anhu," kata Buya Yahya.

Tapi, lanjutnya, ada ikhtilaf pendapat ulama lainnya yang berbanding terbalik dengan mazhab Imam Safi'i.

Menurut Imam Maliki, makruh apabila langsung memulai puasa sunnah syawal setelahnya hari raya pertama Idul Fitri atau pada tanggal 2 Syawal.

Ini karena dikhawatirkan, puasa sunnah syawal menjadi sebuah kewajiban sehingga dianggap bisa memberatkan orang.

"Jadi kalau Anda kenal yang Mazhab Maliki, tidak langsung (puasa) hari ke-2, 3, 4 nanti," lanjut Buya Yahya.

Lalu, apakah pengikut Mazhab Imam Syafi'i boleh jika tidak langsung mengambil puasa sunnah syawal pada tanggal 2 Syawal?

Dikatakan Buya Yahya, boleh mengerjakan puasa sunnah Syawal kapan saja selagi masih dalam bulan Syawal.

Akan tetapi, mengerjakan langsung setelah tanggal 1 Syawal merupakan sunnah diatas sunnah.

"Menurut apa yang saya ketahui, menurut Imam Syafi'i dijelaskan, setelah hari raya, lebaran sehari, kemudian puasa lagi," terangnya.

"Kalaupun kita orang Mazhab Imam Syafi'i, pengen puasanya nanti setelah tanggal 7 saja deh, boleh ga masalah dan tidak dikatakan tidak sunnah dalam Mazhab Syafi'i," pungkasnya.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Syawal Usai Lebaran 2025, Lengkap Tata Caranya

Niat puasa syawal

Bacaan niat puasa syawal di siang hari

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﻋَﻦْ ﺃَﺩَﺍﺀِ ﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟﺸَّﻮَّﺍﻝِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam.

Sementara bagi yang sudah berniat puasa syawal pada malam hari untuk keesokan harinya, bisa menggunakan niat puasa yang biasa dilafazkan sebagai berikut.

Bacaan niat puasa syawal di malam hari

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻋَﻦْ ﺃَﺩَﺍﺀِ ﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟﺸَّﻮَّﺍﻝِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhita‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Tata Cara Puasa Syawal Sekaligus Bayar utang Puasa Ramadhan dan Niatnya, Boleh? Ini Kata Buya Yahya

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved