Dedi Mulyadi Minta Maaf Usai Gebrakannya Dikritik: Pemimpin Hidup di Antara 2, Suka dan Tak Suka
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan permintaan maaf.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
Yaitu di antara pihak yang senang dan tidak senang.
"Saya jadi pemimpin hidup di antara dua, yang suka dan tidak suka, yang menyetujui dan yang tidak menyetujui," kata Dedi.
"Dan keduanya adalah warga saya, warga Jawa Barat, meski pun sekarang yang berkomentar bukan rakyat Jawa Barat saja," sambung KDM.
Namun itu, kata Dedi, adalah hak setiap orang.
Apalagi sekarang yang sudah memasuki era digital dan media sosial.
"Itu hak setiap orang karena eranya sudah digital, era media sosial, setiap kegiatan bisa dilihat oleh warga seluruh dunia, yang penting apa yang kita lakukan bermanfaat," katanya.
Dia pun mengajak agar semua itu tidak berprasangka buruk agar hidup tenang.
"Ayo kita semangat hidup, jangan berprasangka buruk, berprasangka lah baik agar hati kita tenang, tentram, dan bahagia," ungkapnya.
Baca berita Tribunnews Bogor lainnya di Google News
Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t
| Sikap Dedi Mulyadi Soal Tambang Parung Panjang Bogor, Ungkap Soal Realisasi Jalur Khusus Tambang |
|
|---|
| Diskusi Batutulis di Kota Bogor, KDM Dorong Kajian Akademik Soal Prasasti dan Mahkota Binokasih |
|
|---|
| Momen Wartawan Kota Bogor Diserobot Kakek-Kakek, Ngadu ke KDM Soal Spek Museum Pajajaran |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Siapkan Rp 9 Miliar untuk Museum Pajajaran Bogor, Bakal Ubah Arsitektur Bangunan |
|
|---|
| Enggan Cerai dengan Istri, Ayah di Bandung Sekap 3 Anaknya dan Ancam Bakar Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-atau-Kang-Dedi-Mulyadi-KDM-menyampaikan-permintaan-maaf.jpg)