Janji Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usai HJB 543, Jalan Batu Tulis Bogor Dibangun Tahun 2026

Pembangunan Jalan Baru Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menemui titik terang.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Naufal Fauzy
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
JALAN BATU TULIS - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat hadiri sidang paripurna HJB 543 di DPRD Kota Bogor, Selasa (3/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Pembangunan Jalan Baru Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menemui titik terang.

Jalan baru ini dibangun sebab jalan utama yang berada di kawasan Mbah Dalem longsor.

Jalan ini pun dipastikan tidak akan digunakan kembali oleh kendaraan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pembangunan itu merupakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Jadi pembangunannya 2026, ini komitmen kami,” kata Dedi Mulyadi kepada TribunnewsBogor.com usai rapat Paripurna Hari Jadi Bogor 543 di DPRD Kota Bogor, Selasa (3/6/2025).

Pemprov pun sebelumnya sudah memutuskan untuk memberikan bantuan anggarannya.

Anggaran itu diberikan untuk pembebasan lahan jalan baru.

“Saya nunggu dari Pemkotnya, pembebasan tanah segala macamnya, nanti kalau sudah waktunya dibayar, kita transfer uangnya yg 50 mil. Harus dilaksanakan, itu komitmen. Harga tanahnya itu kan 50 Miliar dibagi 2. 25 provinsi, 25 kota,” ujarnya.

Untuk jalan yang longsor dipastikan tidak akan digunakan kembali.

Lokasi tersebut digunakan dan akan diubah menjadi kawasan taman.

Beberapa waktu lalu, sudah dilakukan pengerukan lapisan aspal menggunakan alat berat.

“Alat berat segala macamnya sudah turun. Kita akan melakukan penataan, di situ menjadi taman kota, jadi Leuweung Batu Tulis. Tetapi kan itu katanya menjadi kewajiban Balai Besar PT KAI kan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, pembebasan lahan membutuhkan proses yang lumayan panjang.

Pemkot Bogor tidak mau asal membebasakan lahan sebab nantinya takut terkena pelanggaran.

“Tapi yang penting begini, ada kontribusi dari provinsi, dan komitmen Pak Gubernur akan, sudah pasti, akan kita proses ya, akan kita tindak lanjutin,” ujarnya.

Untuk pembangunannya sendiri ditargetkan oleh Dedie Rachim berjalan pada bulan Februari 2026 mendatang.

“Namun kalau untuk pembangunan, tentu ada waktu. Perkiraan kami mungkin baru Februari, secara resmi. Ya tahun depan ya. Tahun depan, baru selesai,” tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved