Longsor Puncak Bogor
Puncak Tetap Banjir Pasca Penertiban Tempat Wisata, Dedi Mulyadi : Kita Kerja Bukan Demi Hari Ini
Puncak Tetap Banjir Pasca Penyegelan 10 Tempat Wisata, Dedi Mulyadi Ingatkan Bupati Bogor : Jangan Ragu
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wilayah Puncak Kabupaten Bogor masih terendam banjir pasca penyegelan sejumlah tempat wisata. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun memberi pesan khusus untuk Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Setidaknya ada empat kecamatan di Puncak Bogor yang terdampak bencana alam berupa banjir dan tanah longsor.
Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Megamendung, Kecamatan Cisarua, Kecamatan Ciawi dan Cigombong.
Kecamatan itu merupakan empat dari 18 wilayah yang terdampak bencana banjir, longsor dan angin kencang.
Ke-18 kecamatan yang terdampak bencana itu adalah Kecamatan Megamendung, Leuwisadeng, Tamansari, Cisarua, Dramaga, Kemang, Tenjolaya, Cijeruk, Caringin, Cibungbulang, Ciomas, Ciampea, Ciawi, Kecamatan Cigombong, Sukamakmur, Rancabungur, Cigudeg dan Kecamatan Babakan Madang.
"Data sementara dari BPBD, total 18 kecamatan dan 33 desa terdampak. Longsor terjadi di 21 titik, sementara banjir dilaporkan di tujuh titik. Kami terus bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan," kata Rudy Susmanto.
Atas becana tersebut ada tiga orang tewas tertimbun longsor di Puncak Kabupaten Bogor.
Sedangkan satu orang lagi kini masih belum ditemukan.
"Di Megamendung, seorang santri berusia 22 tahun sempat dilaporkan hilang akibat longsor dan telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Di Cisarua, dua warga ditemukan meninggal dunia akibat bencana longsor yang terjadi di wilayah itu," jelas Rudy Susmanto.
Bencana banjir dan longsor tetap terjadi meski Dedi Mulyadi dan Kementerian menyegel tempa-tempat yang dianggap telah merusak ekosistem.
Catatan TribunnewsBogor,com ada 10 tempat wisata yang disegel :
- PT Perusahaan Perkebunan Sumber Sari Bumi Pakuan (PPSSBP) - Pabrik teh yang diduga berdampak negatif terhadap ekosistem di kawasan resapan air Telaga Saat.
- PTPN I Regional 2 Gunung Mas - Diduga melanggar aturan lingkungan dalam operasionalnya.
- PT Jaswita Jabar (Hibiscus Park) - Kawasan wisata yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan tata lingkungan.
- Jembatan Gantung Eiger Adventure Land, Megamendung - Pembangunan wisata di kaki Gunung Gede Pangrango yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.
- PT Pinus Foresta Indonesia - Dianggap merusak lingkungan dan mengganggu produktivitas lahan pangan.
- PT Bobobox Asset Managemen - Pembangunan kawasan tidak sesuai dengan izin yang diberikan.
- PT Kurnia Puncak Wisata
- CV Mega Karya Nugraha
- PT Jelajah Handal Lintasan
- PT Farm Nature & Rainbow Add
Baca juga: Sosok Santri Cianjur Korban Longsor di Puncak Kabupaten Bogor,Jasadnya Tertimbun Dalam Pesantren
Bahkan Dedi Mulyadi sampai membongkar seluruh bangunan tempat wisata Hibisc di kawasan Gunung Mas, Puncak Bogor.
Meski begitu kini banjir dan tanah longsor tetap saja melanda wilayah Puncak Bogor.
Dedi Mulyadi mengatakan ada tiga hal penyebab banjir selain curah hujan yang tinggi.
Pertama karena hulu yang merupakan wilayah hutan juga perkebunan kini berubah fungsi menjadi bangunan.
| Buntut Bencana di Puncak Bogor Makan Korban, Menteri LH Minta Perizinan Vila Ditinjau Kembali |
|
|---|
| Pemancing Hilang di Puncak Bogor Akibat Longsor Belum Ditemukan, Tim SAR Ungkap Kendala di Lapangan |
|
|---|
| Penampakan Vila di Puncak Bogor yang Longsor Tewaskan 2 Orang, Menteri LH: Seharusnya Tidak Boleh |
|
|---|
| Saluran Air Tertutup Material Longsor, Rumah Warga di Puncak Bogor Masih Tergenang Banjir |
|
|---|
| Sosok Korban Hilang Akibat Tanah Longsor di Puncak Bogor Terungkap, Ternyata Sopir di Kemendagri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Puncak-Tetap-Banjir-Pasca-Penyegelan-10-Tempat-Wisata-Dedi-Mulyadi-Ingatkan-Bupati-Bogor.jpg)