Hobi Jadi Cuan, Eternal Store Bogor Buktikan Kaset Vintage Bisa Bertahan di Tengah Gempuran Spotify

Kecintaan Titan terhadap musik dan barang-barang retro menjadi fondasi utama Eternal Store.

Tayang:
Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta
UMKM BOGOR - Eternal Store memajang daftar produk yang dijual: CDS, Kaset, Records (Vinyl), Players, Tshirts, Books, dan Posters. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Eternal Musik & Hobby Store di Tanah Sareal, Bogor, tetap konsisten menghadirkan rilisan fisik kaset hingga vinyl di tengah pesatnya platform musik digital.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga budaya mendengarkan musik secara utuh bagi para penikmatnya.

Eternal Store dikenal dengan kurasi rilisan fisik yang kuat dan berkarakter.

Produk yang ditawarkan tidak hanya musik, tetapi juga pengalaman, mulai dari artwork album, booklet, hingga sensasi nostalgia yang kini semakin jarang ditemui.

Tak heran, toko ini menjadi favorit kolektor, penikmat musik, hingga generasi muda yang ingin mengenal musik lebih dalam.

Eternal Store berdiri sejak Maret 2013 dan awalnya dikelola secara kolektif bersama beberapa teman, yang memiliki ketertarikan sama terhadap rilisan fisik musik.

Seiring berjalannya waktu, Eternal Store kemudian dikelola secara mandiri oleh Titan, sang pemilik.

“Nah di tahun 2015, Eternal mulai fokus pada rilisan musik yang spesifik, seperti hardcore punk, punk, dan grind, mengikuti trand skena musik independen yang saat itu berkembang cukup kuat,” ujar Titan.

UMKM BOGOR - Kotak kayu berisi koleksi CD impor dan rilisan musik Indonesia yang dikurasi secara spesifik oleh Eternal Store.
UMKM BOGOR - Kotak kayu berisi koleksi CD impor dan rilisan musik Indonesia yang dikurasi secara spesifik oleh Eternal Store. (TribunnewsBogor.com/Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta)

Perkembangan signifikan terjadi pada 2016, ketika Demajors Bogor mulai bekerja sama dengan Eternal Store.

Kolaborasi ini membuka jalan bagi Eternal Store untuk menghadirkan ragam musik yang lebih luas.

“Sejak Demajors masuk, kami jadi lebih percaya diri untuk jual berbagai macam musik,” ungkap Titan.

Sejak saat itu, Eternal Store mulai menghadirkan berbagai genre, dari punk, indie pop, rock, hingga jazz, tanpa meninggalkan identitas independen yang telah melekat sejak awal.

Kecintaan Titan terhadap musik dan barang-barang retro menjadi fondasi utama Eternal Store.

Ketertarikan tersebut awalnya hanya sebatas hobi mengoleksi rilisan fisik dan barang vintage.

“Saya memang suka barang-barang retro, barang vintage. Awalnya cuma ngoleksi, terus kepikiran kenapa nggak dijual juga,” katanya.

Baca juga: 22 Tahun Gak Naik Harga! UMKM Roti Unyil Masshita Bogor Tetap Rp 2.000, Kualitas Bahan Jadi Kunci

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved