Detik-detik Jembatan Alternatif di Puncak Bogor Putus, Warga Sempat Dengar Suara Gemuruh

Warga Cisarua Bogor dikejutkan dengan putusnya jembatan alternatif akibat hantaman batang pohon yang terbawa arus sungai.

|
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
Dok Polres Bogor/Dok Polres Bogor
JEMBATAN PUTUS DI BOGOR - Jembatan alternatif warga di Kampung Pasir Ipis, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, putus pada Sabtu (24/1/2026) pagi. 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan putus karena tertekan batang pohon besar yang terbawa arus sungai saat hujan deras.
  • Warga sempat mendengar suara gemuruh pada pukul 02.00 WIB sebelum jembatan ditemukan ambruk pagi harinya. 
  • Jalur utama Puncak tetap aman karena jembatan yang putus hanya merupakan akses alternatif antar kampung.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA – Sebuah jembatan alternatif yang menghubungkan Kampung Pasir Ipis dengan Kampung Ciburial di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dilaporkan putus total pada Sabtu (24/1/2026) pagi.

Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Puncak dan sekitarnya diguyur hujan deras sejak dini hari.

Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, suara gemuruh sempat terdengar cukup keras sekitar pukul 02.00 WIB. 

Namun, warga baru menyadari jembatan tersebut telah terputus saat mengecek kondisi lokasi pada pagi harinya.

Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, menjelaskan bahwa putusnya jembatan disebabkan oleh kuatnya arus sungai yang membawa material sampah alami.

"Anggota menemukan sejumlah pohon yang tercabut dari akarnya dan terbawa arus. Batang-batang pohon tersebut tersangkut di badan jembatan sehingga menekan konstruksi hingga jembatan terputus," ujar AKP Budi dalam keterangan tertulisnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Selain itu, AKP Budi memastikan bahwa putusnya jembatan ini tidak mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Puncak.

Hal ini dikarenakan jembatan tersebut merupakan jalur alternatif warga dan bukan jalan protokol yang aktif dilalui kendaraan umum.

Pihak kepolisian bersama warga telah berupaya membersihkan material pohon yang menyumbat aliran sungai.

Kayu-kayu besar dipotong dan dipindahkan agar tidak menyebabkan tekanan lebih lanjut pada sisa konstruksi atau menghambat aliran air.

Pihak Polsek Cisarua juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merencanakan perbaikan jembatan.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana alam lainnya mengingat curah hujan di wilayah Bogor masih cukup tinggi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved