Breaking News

Wakil Wali Kota Bogor Minta Maaf Tegur Warga dengan Nada Keras, Pemilik Mobil: Pencitraan Part 2

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meminta maaf usai menegur pengemudi mobil yang parkir sembarangan di Jalan Dr Sumeru, Kecamatan Bogor Barat.

Tayang:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
kolase Instagram
WAKIL WALI KOTA BOGOR MARAH-MARAH - Wakil Wali Kota Bogor Minta Maaf Usai Tegur Warga Pakai Nada Keras, Pemilik Mobil: Pencitraan Part 2 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin minta maaf usai viral menegur sopir dengan nada keras saat macet parah di Jalan Dr Sumeru
  • Ia mengakui emosinya terpancing karena lelah mengurai kemacetan — tapi pemilik mobil menilai permintaan maaf itu sudah terlambat
  • Alih-alih berdamai, pemilik mobil menolak bertemu dan menuding ada motif pencitraan di balik ajakan minta maaf

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meminta maaf usai menegur pengemudi mobil yang parkir sembarangan di Jalan Dr Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Jenal Mutaqin mengakui kalau cara ia menegur warganya itu kurang tepat.

Pemilik mobil tidak terima ditegur dengan cara seperti preman, bahkan pelat mobilnya diviralkan.

Jenal Mutaqin lantas mengaku akan meminta maaf secara langsung jika bertemu kembali dengan pemilik mobil.

"Yang bersangkutan tidak terima dan bilang, ‘yang sopan dong pak, jangan teriak-teriak’. Saya sampaikan lihat ke belakang, macet dan semua punya hak. Mungkin memang cara saya yang salah dan kalau diberi kesempatan bertemu lagi, saya mau minta maaf,” tutur Jenal dikutip dari Kompas.com, Senin (9/2/2026).

Menurut Jenal , saat itu dirinya terjebak kemacetan dari Jalan Loji menuju arah RSUD Kota Bogor.

Karena penasaran dengan penyebab kemacetan parah tersebut, ia kemudian turun dari kendaraan dan berjalan kaki menyusuri antrean kendaraan hingga ke arah RSUD Kota Bogor dan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. 

"Tadi habis giat dari Bubulak melewati jalan Loji jembatan sebelum RSUD dan kondisi macet. Saking padatnya, saya jalan kaki melihat situasi di atas, setelah RSUD arah Marzoeki Mahdi," ucap Jenal. 

Menurut dia, lampu lalu lintas di kawasan tersebut berfungsi normal.

Namun, kepadatan kendaraan membuat arus lalu lintas tersendat karena banyak kendaraan saling memotong jalur.

"Lampu merah normal, tapi karena saking padatnya mobil, semuanya jadi crossing. Kebetulan ada mobil yang parkir di bahu jalan, saya tegur dengan nada keras karena lelah jalan kaki dan sempat mengatur di lampu merah," ujarnya.

Untuk mengatasi kemacetan di Jalan Dr Sumeru, Jenal menyebut solusi jangka panjang yang dibutuhkan adalah pelebaran jalan, khususnya dari arah Jalan Mawar menuju Gunung Batu di depan RSUD Kota Bogor agar arus kendaraan tidak tertahan di persimpangan lampu merah.

“Mesti pelebaran jalan, Terutama dr arah mawar belok gunung baru depan rsud sehingga tidak kltertahan lampu merah,” ungkap Jenal.

Namun, rencana tersebut belum masuk dalam pembahasan tahun ini karena keterbatasan anggaran dan adanya agenda prioritas lain.

“Belum masuk pembahasan tahun ini karena prioritas lahan R3, R2, underpass, keterbatasan anggaran. Tapi minimal mitigasi, petugas akan saya instruksikan lebih sigap,” kata Jenal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved