Forum Mahasiswa Minta Bea Cukai Bogor Transparan, Ancam Bakal Gelar Aksi Unjuk Rasa
Forum Mahasiswa Indonesia melontarkan kritik keras terhadap Bea Cukai Bogor terkait penanganan dugaan tindak pidana kepabeanan PT Golden Agin Nusa.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Forum Mahasiswa Indonesia melontarkan kritik keras terhadap Bea Cukai Bogor terkait penanganan dugaan tindak pidana kepabeanan PT Golden Agin Nusa.
Mereka menilai ada indikasi aktor intelektual yang belum tersentuh hukum, sementara dua orang sopir diproses sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Ketua Forum Mahasiswa Indonesia, Pian Andreo, menegaskan publik berhak mengetahui siapa pihak yang sebenarnya memerintahkan dan menikmati manfaat dari dugaan pelanggaran tersebut.
“Jika ini benar operasi tangkap tangan (OTT), maka struktur perkaranya terang. Tidak mungkin hanya berhenti pada sopir. Siapa yang memberi perintah? Siapa yang punya kewenangan?,” ujar Pian dalam keterangan tertulisnya.
Kasus ini bermula dari OTT pada 22 Mei 2025.
Audit investigasi dimulai 27 Mei 2025, pemanggilan BAP pada 30 Juli 2025, audit selesai Oktober 2025, dan hasil audit diserahkan November 2025.
Perkara bahkan disebut telah berstatus P-21. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai aktor intelektual.
Bus Perusahaan dan Pemeriksaan di Pabrik Disorot
Forum juga mempertanyakan status bus pekerja milik perusahaan yang diduga telah dimodifikasi.
Mereka meminta penjelasan apakah bus tersebut telah disita sebagai barang bukti dan bagaimana kondisi interiornya.
Selain itu, forum menyoroti pemeriksaan BAP yang disebut dilakukan dua kali di area pabrik di Bogor, yakni di ruangan masing-masing pihak dan di hanggar Bea Cukai di lingkungan perusahaan.
Mereka meminta klarifikasi apakah prosedur tersebut sesuai dengan hukum acara yang berlaku.
Terkait isu yang berkembang, Pian Andreo menegaskan bahwa yang dipertanyakan adalah pembicaraan mengenai kesanggupan perusahaan membayar sanksi kepabeanan, bukan “uang damai”.
Ultimatum 7 Hari dan Rencana Aksi
Sebagai bentuk keseriusan, Forum Mahasiswa Indonesia memberikan ultimatum kepada Bea Cukai Bogor untuk menyampaikan penjelasan resmi kepada publik dalam waktu tujuh hari.
Jika dalam tenggat waktu tersebut tidak ada kejelasan mengenai aktor intelektual, forum menyatakan akan:
Menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bea Cukai Bogor.
Melayangkan surat resmi ke Kantor Wilayah dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk meminta evaluasi penyidikan.
Membuka laporan pengaduan ke lembaga pengawas internal dan eksternal terkait dugaan maladministrasi.
“Kami beri waktu tujuh hari. Jika tidak ada transparansi, kami akan turun aksi. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegas Pian Andreo.
Forum Mahasiswa Indonesia menyatakan akan terus mengawal perkara ini hingga aktor intelektual di balik kasus PT Golden Agin Nusa benar-benar diungkap secara terang kepada publik.
| Bogor Sempat Diguyur Hujan, Begini Kondisi TMA Bandung Katulampa Jumat Malam Ini |
|
|---|
| Komitmen Transparan dalam Mengusut Dugaan Pelecehan Seksual, IPB University Libatkan Mahasiswa |
|
|---|
| Info Cuaca Bogor Besok 18 April 2026: BMKG Prediksi Hujan Sedang di Seluruh Kecamatan, Cek Waktunya |
|
|---|
| Ustadz di Megamendung Bogor Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Lapor Polisi |
|
|---|
| Soal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa, Rektor IPB University Tak Beri Toleransi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Forum-Mahasiswa-Indonesia-melontarkan-kritik-keras-terhadap-Bea-Cukai-Bogor.jpg)