Ditolak Mahasiswanya, Rektor IPB University Buka Ruang Dialog Terkait Rencana Pembangunan Dapur MBG

IPB University merespons penolakan yang dilayangkan oleh BEM KM IPB University terkait rencana pembangunan dapur makan begizi gratis

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
RENCANA MBG DI KAMPUS : IPB University respons penolakan mahasiswa terkait rencana pembangunan dapur MBG, Senin (21/8/2023). 

Ringkasan Berita:
  • IPB buka dialog soal penolakan mahasiswa terkait dapur MBG.
  • IPB tidak terlibat langsung operasional, program dijalankan lewat yayasan perusahaan milik IPB.
  • IPB fokus riset dan pengembangan (CoE) untuk mendukung program makan bergizi gratis agar efektif.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - IPB University merespons penolakan yang dilayangkan oleh BEM KM IPB University terkait rencana pembangunan dapur makan begizi gratis (MBG) di lingkungan akademik.

Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet mengatakan bahwa pihaknya selalu membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa untuk membahas kaitan hal tersebut.

"Ruang dialog tentu selalu dibuka, aspirasi mahasiswa sudah dipenuhi dengan tata kelola yang dibangun," ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Dr. Alim Setiawan Slamet mengungkapkan bahwa dalam program ini tidak ada anggaran, SDM atau aset IPB University yang digunakan untuk operasional SPPG.

Keterlibatan IPB University pun tidak langsung dalam operasional dapur (SPPG), karena dilakukan oleh Yayasan yang dibentuk oleh PT. BLST, perusahaan milik IPB University.

Dengan begitu, kata dia, program tersebut tidak mengganggu kepentingan akademik di IPB University.

"Peran langsung IPB adalah melalui Center of Excellence (CoE) PPG MBG, dan ini sudah IPB lakukan sejak tahun lalu," katanya.

Sementara itu, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi menjelaskan bahwa IPB University dipercaya oleh pemerintah untuk menyukseskan program MBG melalui pendirian Pusat Unggulan Nasional (Center of Excellence/CoE).  

CoE ini menjadi wadah khusus untuk mengembangkan dan mengujicobakan protokol inovatif guna mengatasi berbagai tantangan dan kebutuhan baru program MBG.

Menurutnya, CoE ini merupakan hasil kolaborasi multipihak antara IPB University, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN), dan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF).

Di samping itu, IPB University juga siap untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, dan kelompok tani, dalam membangun ekosistem penyediaan pangan.  

"IPB University juga akan mengembangkan model dapur berbasis karakteristik lokal, memperkaya menu gizi MBG, serta berinovasi bersama berbagai stakeholder terkait," jelasnya. 

Ia menyebut keberadaan CoE adalah untuk memastikan program MBG berjalan efektif, terukur, dan berdampak nyata.

Sepanjang tahun 2025, CoE telah menghasilkan berbagai kajian, inovasi, serta modul pelatihan yang akan diintegrasikan dalam sistem pembelajaran digital. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved