Ditolak Mahasiswanya, Rektor IPB University Buka Ruang Dialog Terkait Rencana Pembangunan Dapur MBG

IPB University merespons penolakan yang dilayangkan oleh BEM KM IPB University terkait rencana pembangunan dapur makan begizi gratis

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
RENCANA MBG DI KAMPUS : IPB University respons penolakan mahasiswa terkait rencana pembangunan dapur MBG, Senin (21/8/2023). 

Dr Alfian Helmi mengatakan CoE menjangkau hingga tujuh regional, termasuk pelatihan dan pengembangan materi edukasi. 

Dalam menjalankan tugasnya, CoE juga menyusun rencana kerja sebagai langkah strategis untuk menjawab kompleksitas program MBG mulai dari ketersediaan pangan bergizi hingga pemerataan akses dan keberlanjutan program. 

"Program MBG menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Karena itu, melalui CoE ini, kita ingin memastikan program berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat," katanya.

IPB University juga menyiapkan 419 tenaga pelatih, terdiri atas 77 trainer nasional dan 342 fasilitator edukasi, guna mendukung implementasi program di lapangan.

Selain itu, IPB University bersama Unicef telah melakukan riset baseline di Jayapura untuk menentukan intervensi program yang lebih tepat sasaran. 

Berbagai kerja sama internasional juga telah dilakukan, termasuk survei sanitasi dengan mitra dari Jepang dan Selandia Baru, sebagai dasar penguatan program MBG.

CoE ini juga berperan dalam integrasi uji coba program MBG di berbagai daerah. Pilot project dilakukan dengan fokus pada penguatan rantai pasok pangan, pengembangan ekosistem, penerapan konsep blue food, sistem keamanan pangan, serta perbaikan proses bisnis program. 

Rencananya uji coba akan dilakukan di sejumlah wilayah seperti Malang, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved