Alat Pendeteksi Banjir Sungai Cisadane di Panaragan Bogor, Warga Waspada Saat Alarm Bunyi

Alat ini berupa tiang yang dicat menggunakan warna merah disertai tinggi muka air mulai dari 50 sampai 250 centimeter.

Tayang:
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
ALAT PENDETEKSI BANJIR - Melihat alat pendeteksi banjir di Kampung Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (20/5/2026). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kampung Panaragan RW 007, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menjadi salah satu kampung padat penduduk di Kota Bogor yang berada di bantaran Sungai Cisadane.

Akibat letaknya itu, Kelurahan Panaragan memasang alat pendeteksi banjir atau Early Warning System (EWS) lengkap disertai alarm yang suaranya dapat terdengar oleh warga satu kampung.

Alat pendeteksi banjir ini dipasang tepat di bantaran sungai.

Alat ini berupa tiang yang dicat menggunakan warna merah disertai tinggi muka air mulai dari 50 sampai 250 centimeter.

Jika air sungai sudah naik, alarm secara manual dibunyikan oleh Ketua RW setempat.

"Jadi ini adalah salah satu alat untuk mendeteksi banjir. Jadi di mana nanti ada kenaikan arus sungai, alat inilah yang pertama yang akan memberitahu ke warga gitu," kata Sekretaris Lurah Panaragan Sopyan Hadi kepada TribunnewsBogor.com di Kampung Panaragan, Rabu (20/5/2026).

Alarm langsung dibunyikan oleh Ketua RW setempat jika tinggi muka air mulai naik.

Arus sungai naik jika hujan deras mengguyur wilayah hulu Sungai Cisadane.
Warga yang mendengar alarm ini bisa langsung bertindak.

"Jadi dengan alat ini, mudah-mudahan bisa menanggulangi atau mencegah terjadinya kerugian bagi warga itu sendiri," ujarnya.

Banjir parah sempat terjadi di Kampung Panaragan tahun 2023 lalu.

Beberapa rumah warga sempat terendam oleh air yang bercampur lumpur.

"Setidaknya dengan alat ini kita tahu terlebih dahululah sebelum bencana itu bener-bener terjadi di lingkungan kita," ucapnya.

Ketua RW setempat Dede Suparman mengatakan, alarm ini sudah diketahui oleh warga setempat.
Warga sudah bisa langsung menyelamatkan dirinya ketika tanda banjir sudah berbunyi.

"Ya betul, memang warga di sini ketika dibunyikan alarm ini, dia sudah paham. Artinya sudah paham bahwa ini air naik ya, air naik dan dia siaga dan dia bersiap-siap gitu ya," kata Dede.

Tidak ada korban jiwa selama banjir yang terjadi di Panaragan ini.

"Alhamdulillah untuk pengamanan itu aman alhamdulillah aman. Sejauh ini selama saya di sini alhamdulillah tidak ada korban jiwa ya, ya paling hanya korban karena lumpur aja ya gitu aja, itu aja alhamdulillahnya itu," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved