Curhat Pedagang Tempe Kota Bogor, Dilema Saat Rupiah Melemah, Tercekik Harga Kedelai dan Plastik

Ada dua modal usaha pembuatan tempe yang kini membengkak. Yaitu kedelai bahan baku pembuatan tempe dan plastik pembungkus.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
HARGA TEMPE - Pedagang tempe di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Pedagang tempe di Kota Bogor kini tengah tercekik kenaikan modal usaha mereka karena harga bahan baku yang naik, Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Harga kedelai impor dan plastik pembungkus kompak melonjak naik.
  • Pedagang takut menaikkan harga jual karena sesama perajin rumahan tidak kompak.
  • Siasat memperkecil ukuran atau memakai daun pisang gagal menutup modal, pedagang pun nombok.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pedagang tempe di Kota Bogor kini tengah tercekik kenaikan modal usaha mereka karena harga bahan baku yang naik.

Ada dua modal usaha pembuatan tempe yang kini membengkak.

Yaitu kedelai bahan baku pembuatan tempe dan plastik pembungkus tempe.

Harga kedelai kini dirasakan telah mengalami kenaikan harga diduga imbas Rupiah melemah karena kedelai di Indonesia diimpor dari luar negeri.

Kemudian harga plastik juga mengalami kenaikan diduga dampak perang di Timur Tengah.

Hal ini membuat pedagang tempe terjepit dua kenaikan modal usaha mereka.

"Udah kerasa, dari plastik, dari kedelai, udah naik semua," kata Slamet (46), salah satu pedagang tempe di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Rabu (20/5/2026).

Kenaikan bahan baku kedelai ini terjadi perlahan bahkan menurut pedagang bisa terjadi tiap hari yang kini sudah di atas Rp10.000 per 1 Kg, ditambah harga plastik yang juga naik.

Namun Slamet tak berani sembarang menaikan harga jual tempe.

Karena di Pasar Jambu Dua padagang tempe banyak dari industri mandiri dan tidak kompak jika ingin menaikan harga.

HARGA TEMPE - Tempe di Pasar Jambu Dua Kota Bogor. Pedagang dibuat pusing dengan kenaikan harga kedelai di tengah melemahnya Rupiah, Rabu (20/5/2026).
HARGA TEMPE - Tempe di Pasar Jambu Dua Kota Bogor. Pedagang dibuat pusing dengan kenaikan harga kedelai di tengah melemahnya Rupiah, Rabu (20/5/2026). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Kini harga tempe di Pasar Jambu Dua masih tak berubah : 1 geblek besar Rp15.000, 1/2 geblek besar Rp8.000, 1 geblek sedang Rp10.000, 1 geblek paling kecil Rp5.000.

Sementara untuk tahu berbeda, 1 kantong tahu kuning isi 10 kini Rp8000, harga sudah naik Rp500 karena dari PT bukan hasil produksi sendiri pedagang.

"Ya maunya sih naikin harga, cuman kan kelompoknya enggak ada. Kan kalau tempe ini bikin sendiri-sendiri. Jadi enggak bisa sini aku misalkan ngejual mahal, yang lain enggak," kata Slamet yang sudah 26 tahun usaha tempe di Kota Bogor ini.

Alhasil Slamet pun harus menanggung risiko berjualan tempe tanpa untung bahkan rugi.

"Sekarang kedelai sekilo sudah Rp10.800, enakan dulu cuma Rp5.000-6.000. Sekarang jualan tempe modalnya gede, Ini modal buat beli plastiknya aja saya sampai Rp100.000 lebih, belum kedelainya," kata Slamet.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved