Curhat Pedagang Tempe Kota Bogor, Dilema Saat Rupiah Melemah, Tercekik Harga Kedelai dan Plastik
Ada dua modal usaha pembuatan tempe yang kini membengkak. Yaitu kedelai bahan baku pembuatan tempe dan plastik pembungkus.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pedagang tempe di Kota Bogor kini tengah tercekik kenaikan modal usaha mereka karena harga bahan baku yang naik.
Ada dua modal usaha pembuatan tempe yang kini membengkak.
Yaitu kedelai bahan baku pembuatan tempe dan plastik pembungkus tempe.
Harga kedelai kini dirasakan telah mengalami kenaikan harga diduga imbas Rupiah melemah karena kedelai di Indonesia diimpor dari luar negeri.
Kemudian harga plastik juga mengalami kenaikan diduga dampak perang di Timur Tengah.
Hal ini membuat pedagang tempe terjepit dua kenaikan modal usaha mereka.
"Udah kerasa, dari plastik, dari kedelai, udah naik semua," kata Slamet (46), salah satu pedagang tempe di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Rabu (20/5/2026).
Kenaikan bahan baku kedelai ini terjadi perlahan bahkan menurut pedagang bisa terjadi tiap hari yang kini sudah di atas Rp10.000 per 1 Kg, ditambah harga plastik yang juga naik.
Namun Slamet tak berani sembarang menaikan harga jual tempe.
Karena di Pasar Jambu Dua padagang tempe banyak dari industri mandiri dan tidak kompak jika ingin menaikan harga.
Kini harga tempe di Pasar Jambu Dua masih tak berubah : 1 geblek besar Rp15.000, 1/2 geblek besar Rp8.000, 1 geblek sedang Rp10.000, 1 geblek paling kecil Rp5.000.
Sementara untuk tahu berbeda, 1 kantong tahu kuning isi 10 kini Rp8000, harga sudah naik Rp500 karena dari PT bukan hasil produksi sendiri pedagang.
"Ya maunya sih naikin harga, cuman kan kelompoknya enggak ada. Kan kalau tempe ini bikin sendiri-sendiri. Jadi enggak bisa sini aku misalkan ngejual mahal, yang lain enggak," kata Slamet yang sudah 26 tahun usaha tempe di Kota Bogor ini.
Alhasil Slamet pun harus menanggung risiko berjualan tempe tanpa untung bahkan rugi.
"Sekarang kedelai sekilo sudah Rp10.800, enakan dulu cuma Rp5.000-6.000. Sekarang jualan tempe modalnya gede, Ini modal buat beli plastiknya aja saya sampai Rp100.000 lebih, belum kedelainya," kata Slamet.
| Harga Daging Sapi di Kota Bogor Melejit, Diperkirakan Makin Naik Jelang Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Harga Tempe di Pasar Jambu Dua Kota Bogor Masih Normal, Tapi Pedagang Pusing |
|
|---|
| Cerita Warga yang Daftar PKBM di Kecamatan Bogor Timur, Kejar Ijazah Demi Kerja di Gedung Tinggi |
|
|---|
| Waspada, Hujan Deras Guyur Wilayah Kota Bogor Siang Ini, Melanda Sejumlah Kecamatan |
|
|---|
| Pimpin Rakor, Denny Mulyadi Minta Aparat Perbaiki Data untuk Menekan Angka Kemiskinan di Kota Bogor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pedagang-tempe-di-pasar-jambu-2.jpg)