Tanda Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing, Dokter Sarankan Pengolahan yang Sehat

Pada momen Idul Adha, hidangan berbahan daging kurban menjadi salah satu sajian yang paling dinantikan.

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
Sajian Sedap
IDUL ADHA 2026 - Pada momen Idul Adha, hidangan berbahan daging kurban menjadi salah satu sajian yang paling dinantikan. 

Meski demikian, daging kambing tetap mengandung lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL atau “kolesterol jahat”, terutama pada orang yang memang memiliki faktor risiko tertentu.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan kolesterol tinggi umumnya tidak langsung menimbulkan gejala spesifik sesaat setelah seseorang makan daging kambing.

Karena itu, keluhan seperti pusing, pegal di tengkuk, atau rasa tidak nyaman setelah makan belum tentu menandakan kadar kolesterol langsung meningkat.

“Tidak ada tanda khas seperti langsung pusing berarti kolesterol naik,” jelasnya.

Menurut Andi, keluhan tersebut lebih sering dipengaruhi faktor lain, seperti tekanan darah, pola makan berlebihan, kurang tidur, hingga dehidrasi.

Ia menambahkan, kolesterol tinggi sering disebut sebagai silent condition atau kondisi yang minim gejala dan umumnya baru diketahui melalui pemeriksaan darah.

Siapa yang harus membatasi konsumsi daging kambing?

Andi menyebut ada beberapa kelompok yang sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging kambing, terutama dalam jumlah besar dan terlalu sering.

Berikut adalah beberapa orang yang sebaiknya membatasi makan daging kambing:

  • Penderita kolesterol tinggi
  • Pasien penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Penderita hipertensi yang sensitif terhadap makanan tinggi lemak dan garam
  • Pasien diabetes
  • Orang dengan obesitas atau sindrom metabolik
  • Lansia dengan faktor risiko kardiovaskular
  • Orang yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung atau stroke dini

Agar lebih aman, kata Andi, konsumsi daging kambing sebaiknya diimbangi dengan sayur, buah, cukup minum air putih, dan aktivitas fisik yang cukup.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan secara keseluruhan, bukan hanya berfokus pada satu jenis makanan.

“Kolesterol sering naik bukan karena satu tusuk sate, tetapi karena pesta kecil yang berlangsung tiap minggu di dalam piring,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved