Kepala BGN Diganti

Terungkap Cara Prabowo Endus Kecurangan Dadan Cs di BGN, Gelar Pertemuan Rahasia dengan Dua Lembaga

Terima banyak laporan miring, Presiden Prabowo gelar pertemuan rahasia dengan BPKP dan PPATK sebelum akhirnya resmi mencopot Dadan Cs dari BGN.

Tayang:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Kompas.com
DADAN HINDAYANA TERSANGKA - Endus banyak laporan miring, Presiden Prabowo gelar pertemuan rahasia dengan BPKP dan PPATK sebelum akhirnya resmi mencopot Dadan Cs dari BGN. 

Namun, langkah ini harus diambil demi menjaga integritas jalannya pemerintahan agar program yang bersentuhan langsung dengan rakyat tidak diselewengkan.

Dalam situasi sulit tersebut, Prabowo mengaku teringat dengan pesan mendalam dari sang ayah, Profesor Sumitro.

Pesan itulah yang memantapkan hatinya untuk tetap mengutamakan kepentingan publik di atas kedekatan personal.

“Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat berpihaklah selalu kepada rakyatmu',” pungkasnya.

Awal Mula Kecurigaan Prabowo

Prabowo menjelaskan, saat mengungkap kecurangan di tubuh BGN dirinya tidak bergerak sendirian.

DADAN HINDAYANA TERSANGKA - Eks Kepala BGN Dadan Hindayana resmi jadi tersangka korupsi dana Makan Bergizi Gratis dari Kejagung, padahal dulu sempat dipuji Presiden Prabowo karena mengembalikan uang Rp 70 triliun.
DADAN HINDAYANA TERSANGKA - Eks Kepala BGN Dadan Hindayana resmi jadi tersangka korupsi dana Makan Bergizi Gratis dari Kejagung, padahal dulu sempat dipuji Presiden Prabowo karena mengembalikan uang Rp 70 triliun. (kolase Istimewa/Kompas.com)

Ia langsung memanggil Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, serta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana.

Prabowo meminta kedua lembaga ini melakukan penelusuran mendalam terhadap aliran dana dan pengelolaan anggaran di BGN.

Perintah itu ia keluarkan setelah menerima banyak sekali laporan negatif dari berbagai pihak mengenai kondisi internal lembaga pengelola makanan gratis tersebut.

“Waktu saya mendapat laporan-laporan itu saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil berapa pejabat lain, saya tanya 'Tolong saya mendapat laporan tentang BGN,” kenang Prabowo.

Berdasarkan penelusuran, pergerakan senyap ini sejatinya telah diatur sejak awal minggu.

Presiden awalnya dijadwalkan bertemu dengan Kepala BPKP dan Kepala PPATK pada Senin malam (1/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Istana Jakarta.

Baca juga: Modus Dadan Hindayana Dapat Miliaran Per Hari dari MBG, Tunjuk Mitra SPPG hingga Mark Up Uang Sepatu

Namun, pertemuan penting tersebut harus dijadwal ulang karena satu dan lain hal.

Pertemuan rahasia itu akhirnya baru terlaksana pada Selasa siang (2/6/2026) di rumah dinas Widya Chandra.

Di sana, Presiden menerima laporan mengenai hasil penelusuran keuangan dari kedua lembaga pengawas tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved