Breaking News

Ekonom Ungkap 4 Alasan Rupiah Kian Melemah, Kini Tembus Rp18.000 Per Dollar AS

Mata uang rupiah tertekan dari berbagai arah sehingga terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir. 

Tayang:
Editor: khairunnisa
Kompas.com
RUPIAH KIAN MELEMAH: Mata uang rupiah tertekan dari berbagai arah sehingga terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir.  

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rupiah masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan hingga hari ini, Kamis (4/6/2026). 

Pukul 09.30 WIB rupiah berada di level Rp 18.028 per dollar AS, melemah 62 poin atau 0,35 persen dari penutupan hari sebelumnya. 

Mata uang rupiah tertekan dari berbagai arah sehingga terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir. 

Chief Economist Bank Tabungan Negara Myrdal Gunarto menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sejumlah faktor. 

Mulai dari keluarnya dana asing dari pasar keuangan domestik hingga menipisnya pasokan valuta asing (valas) di dalam negeri. 

Menurutnya, salah satu faktor utama yang menekan rupiah adalah keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia. 

Investor global saat ini cenderung mengalihkan investasinya dari negara berkembang (emerging market) ke negara maju (developed market). 

Perpindahan dana tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang mendorong investor mencari instrumen investasi yang dinilai lebih aman. 

"Makanya kita lihat indeks di negara-negara maju, untuk indeks saham ya, banyak yang all time high. Dan kalau kita lihat kondisi ini merupakan refleksi dari aksi investor untuk cari aman di tengah kondisi global geopolitik yang kurang kondusif," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026). 

Selain dipengaruhi faktor eksternal, investor asing juga disebut mencermati sejumlah perkembangan di dalam negeri yang dinilai kurang ideal untuk investasi. 

"Baik itu ada sorotan dari lembaga rating ataupun juga adanya sorotan dari investor global mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah yang terbaru," ucapnya. 

Baca juga: Rupiah Anjlok tapi Mal Tetap Diserbu, Benarkah Indonesia Alami Lipstick Effect? Ini Kata Pakar

Arus Keluar Dana Asing Meningkat 

Myrdal mengungkapkan, arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia masih cukup besar. 

Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), dana asing yang keluar dari pasar saham mencapai sekitar 478,5 juta dollar AS. 

Keluarnya dana asing masih berlanjut pada perdagangan Selasa (2/6/2026) sebesar 78,13 juta dollar AS. 

Dia juga menyoroti aksi jual investor asing yang terjadi pada 28 Mei 2026, terutama pada saham-saham konglomerasi dan saham yang berkaitan dengan penyesuaian komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved