Bogor Banjir dan Longsor
Banjir di Caringin, Bupati Bogor Belum Menegur Operator Tol Bocimi
Pembangunannya juga belum selesai. Kalau ada yang merugikan masyarakat, kami melakukan pendekatan melalui camat setempat
Penulis: Damanhuri | Editor: Vovo Susatio
Menurut Omay, peristiwa banjir semacam ini bukan kali pertama dialami warga yang bermukim di daerah tersebut.
"Semenjak ada jembatan proyek di sungai ini, jadi beberapa kali banjir, tapi ini yang terparah," ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari petugas Siaga Bencana Desa Ciherang Pondok, tujuh warga yang sempat terseret arus air itu adalah:
1. Neneng Nimah (35), dirawat di RSUD Ciawi.
2. Ujang Pakot (40), dirawat di RSUD Ciawi.
3. Esih (2), dirawat di RSUD Ciawi
4. Ratna bin Abas (25)
5. Yuyu bin dedi (17).
6. Susi bin karim (19).
7. Zenab (14)
Menurut petugas BPBD Kabupaten Bogor, Zakaria, Minggu (13/3/2016) lalu, semua korban berhasil dievakuasi setelah terseret banjir bandang yang menerjang kampung itu.
"Korban yang dibawa ke rumah sakit satu keluarga. Mengalami sesak nafas dan luka lecet di tubuh mereka," ujar Zakaria kepada
TribunnewsBogor.com.
Sekretaris Desa Ciherang Pondok, Nanad mengatakan, air tiba-tiba datang dan menerjang permukiman hingga ada warga yang hanyut terbawa banjir.
"Ada tujuh orang warga yang terbawa hanyut," ujar Nanad saat ditemui TribunnewsBogor.com, Minggu (13/3/2016).
Menurut Nanad, banjir melanda rumah-rumah penduduk sekitar pukul 09.45 WIB, pada saat cuaca tidak sedang hujan.
"Aliran sungainya kebendung dampak pengerjaan proyek Tol Bocimi, makanya sampai meluap ke permukiman warga," kata dia.