Cerita Dokter Saat Jaga Malam Bikin Merinding, 'Ketindihan' Hingga Dengar Suara Mistis

Tugas jaga malam bagi seorang dokter tentunya menjadi hal biasa. Mereka biasa dijadwalkan untuk bertugas di beberapa ruangan.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Kompas.com
Ilustrasi Dokter 

"Pendarahannya luar biasa kak, sangat amat deras, aku udh bimanual(google sendiri) pake tgn kanan, tgn kiriku menekan rahimnya dari perut. darah tetep mengucur deras dari siku aku" kata scarlett. "Tensinya turun terus,denyut jantungnya melemah trus meninggal" dia sesegukan lagi.

Temennya scarlett bilang, "iya ka usia ibunya udh 40 tahun, ini udh hamil ke 5, trus proses persalinannya memanjang, awalnya sama paraji, dibawa kesini karna tdk lahir2". Saya mikir, semua faktor resikonya lengkap, otot rahim diatas 35 tahun, multipara, dan kelelahan otot rahim.

Seusai mendengar cerita itu dari rekan dokternya, Dr Gia langsung kembali ke ruang perina karena ia telah mempunyai jadwal untuk jaga malam di sana.

Dr Gia pun kemudian kembali bercerita tentang jaga malamnya tersebut.

Saya jaga perina yg penuh aura mistis itu bersama seorang koas cewe

Perina itu setiap lbh dari jam 12 malam selalu berubah suhunya jadi jauh lebih dingin. Entah kenapa. Padahal ga ada ac sm sekali. Semua yg pernah jaga di perina sana pasti merasakan juga. Bukan cuma suhu. Tapi jg suasana senyap yg terlalu senyap.

Saya fokus ke laptop saya, adek kelas saya itu tidur memanjang di sebelah saya dengan kepala di sisi jauh sofa dan kaki di sebelah saya duduk. Jd bila saya nengok ke kanan sedikit dari layar laptop, saya bisa ngeliat wajahnya dengan jelas. Saya liat jam tgn. '01.00’

Cerita ruang perina itu aneh2, tapi saya ga percaya. ada perawat pernah liat pocong tidur di lantai di antara bayi2. Trus dia lgs kesurupan. Saya pikir mungkin dia epilepsi. Ada anak akbid liat sundel bolong di jendela luar perina trus dia pingsan. Saya pikir paling halusinasi.

Jam 2 pagi tiba2 kedua tgn saya untuk ngetik laptop terasa dingin. Saya sampe tarik tgn saya utk digosok2 ke badan. "Ini kenapa sih tangan". Saya minum teh anget yg saya seduh trus coba untuk ngetik lagi.

Lagi saya ngetik laptop tiba2 adek kelas saya mengerang2 lembut

Makin lama erangannya makin memberat, saya berhenti ngetik, saya liatin mukanya baik2, kerut di dahinya ketara sekali, bulir2 keringet muncul di wajahnya, she looks like in pain. Ini lagi mimpi buruk apa dia?

Sekarang tangannya meremes2 sofa,dia tmpak kesulitan bernafas. Saya mulai duduk tegak. Tiba2 tangan kanannya naik mengarah ke wajah saya, trus dia berusaha sekuat tenaga menoleh ke saya, matanya terbuka pelan2, lalu suara berat bergetar kluar dari mulutnya "Ka..Gi..A..To..Long."

Saya loncat berdiri untuk bangunin dia. "Istigfar de. Istigfar" kedua tangan saya di bahu dia, badannya dingin.

Dia mulai tersadar, badannya mulai bisa bergerak bebas, nafasnya sudah lega. Saya lepaskan dari rangkulan saya lgs menyandarkannya ke sofa. Trus saya tanya "kamu kenapa?" sambil tersengal2 dia jawab "aku ketindihan ka"

Saya ga percaya ketindihan, buat saya 'ketindihan' itu adalah saat kita terbangun di fase REM(rapid eye movement) fase tidur dalam. Jd seluruh badan kita ga bisa digerakkan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved