Cerita Dokter Saat Jaga Malam Bikin Merinding, 'Ketindihan' Hingga Dengar Suara Mistis
Tugas jaga malam bagi seorang dokter tentunya menjadi hal biasa. Mereka biasa dijadwalkan untuk bertugas di beberapa ruangan.
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Saya kembali mengetik. Saya liat dia dari kejauhan sedang memberikan asi dlm botol2 ke bayi2 di perina satu persatu.
Beberapa menit kemudian, dia jerit "KA GIAAA..." trus lari balik ke ruang koas, wajahnya pucat, badannya gemetaran, naik ke sofa trus nangis sekenceng2nya sambil nutupin mukanya. "Ey kamu kenapa?". "Ru.. Ru.. Ang.. I.. Iso.. La. Si ka"
"A. Ada su. A. Ra ka".. "Suara apa?jgn aneh2 kamu deh,ayo tarik nafas dulu".. "Suara perempuan ka" katanya sambil sesegukan. Ya Allah 2 kali sehari aku liat dan denger wanita nangis. Scarlett dan dia. "Suaranya ngomong apa?".. "Disini, disini belum"
Tiba2 saya ikut merinding. Temen 'ketindihan'? Bayi di ruang isolasi? Suara ibu2? Ya Allah ya robbi, jangan2..
"Kamu tunggu disini, kk mau masuk ruang perina".. Dia masih gemeteran.
Saya masuk ruangan perina, lalu ke ruang isolasi, saya mendekati 1 bed bayi yg ada disana, melongok ke dlm keranjang bayi itu. Bayi gemuk cantik sedang tidur pules di dalamnya. Saya ambil handphone saya lalu menelfon scarlett.
"Ya ka Gia" suaranya terdengar di hp. "Let, siapa nama pasien km yg meninggal hari ini?". "Ny. A.., ka". Jawab scarlett. Saya gemetaran, tgn kiri saya mengangkat kartu pasien bayi. Tertera disana. Dengan huruf balok -Bayi Ny. A..-
Saya pamit sama scarlett, tutup telfonnya, taruh lagi kartu pasien, saya tarik nafas dalam2 lalu saya usap2 kepala bayinya,
tiba2 bayinya bergerak2 trus terbangun, dia melihat saya, saya minumkan susu yg ada disebelahnya. Dia minum dgn sangat Lahap sekali.
"Nak, ibumu sayang sama kamu, walaupun kini beliau sudah tidak satu dunia dengan kita, percayalah nak, dia akan tetap bersamamu untuk melindungimu" mata saya ngembeng air mata.
Begini penampakan salah satu sudut di ruang perawatan bayi.
