Surabaya Diteror Bom
Langsung Lari dan Gendong Anak Pengebom, Polisi : Kami Takut Tapi Naluri Kami Ingin Selamatkan Dia
Roni mengevakuasi anak perempuan yang tergeletak di samping mobil warna hitam yang terbakar akibat ledakan bom.
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Sesaat setelah kejadian itu juga, AKBP Roni mengaku mendengar suara lirih sang anak yang meminta tolong.
Mendengar suara tersebut, ia pun lantas berlari.
"Ada terdengar suara lirih si anak ini minta tolong. Pas si anak berdiri, saya langsung lari dan langsung ingin menyelamatkan," ucap AKBP Roni.
Awak media yang sedang mewawancarainya pun bertanya apakah AKBP Roni tak takut dengan kemungkinan bom yang terpasang di tubuh sang anak.
Apalagi mengingat sang anak datang bersama kedua orangtuanya yang akhirnya tewas akibat bom bunuh diri.
Baca: Anaknya Lumpuh Usai Tertimpa Tiang Bendera, Pria Ini Ingin Tunjukkan Pecahan Tengkorak ke Jokowi
Namun saat ditanya perihal hal tersebut, AKBP Roni mengatakan bahwa dirinya sempat takut, tapi rasa kemanusiaan yang ia rasakan lebih tinggi.
Apalagi ia adalah seorang ayah yang juga memiliki anak.
"Mungkin kalau saya terlalu banyak berpikir pasti nanti nggak ada tindakan, dibilang takut kami juga takut, tapi naluri saya melihat sosok anak kecil sudah berlumuran darah, saya kan punya anak juga, tidak banyak pikir, ya akhirnya kami selamatkan," cerita AKBP Roni.
Mengenai kondisi sesaat sang anak dievakuasi, Roni mengungkapkan bahwa memang di tubuh sang anak itu nyatanya aman alias tak ada bahan peledak.
Baca: Ini 3 Cara Penentuan Awal dan Akhir Bulan Ramadan, Menurut Pandangan Islam
Ia pun lantas dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan.
"Setelah diselamatkan, si anak diamankan dulu, trus digeledah dan aman, setelah lihat aman baru dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Masih mengenang kejadian tersebut, AKBP Roni pun kembali menceritakan kondisi sang anak yang memprihatinkan saat dirinya menyelamatkan ia.
Ia mengatakan rasa kemanusiaan yang ia miliki lebih tinggi daripada apapun.
"Saya lihat mukanya penuh darah, bajunya penuh darah, berdiri juga sudah sempoyongan. Rasa kemanusiaan kami lebih tinggi, rasa iba kami lebih tinggi, rasa ingin menolong kami juga lebih tinggi, jadi ya kami putuskan untuk selamatkan dia," ucap AKBP Roni.
Baca: Anak-anak Terlibat dalam Aksi Teror, Pelaku atau Korban?