Pengagum ISIS Aman Abdurrahman Gencar Propaganda di Web Khusus, Banyak Orang Terjebak Doktrinnya
Sejak mendirikan JAD pada akhir 2004 di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sudah banyak orang menjadi pengikutnya.
Penulis: Yuyun Hikmatul Uyun | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
ISIS menggantikan Al-Qaeda yang semakin melemah usai kematian pemimpinnya Osama Bin Laden.
Kepiawaiaan Aman dalam berbahasa Arab membuatnya semakin mudah untuk menyebarkan propaganda ISIS.
Baca: Usai Ajak Anak Pulang Kampung, Sophia Latjuba Berencana Nikmati Masa Tua di Jerman
Baca: Rekam Jejak Aman Abdurrahman, Si Pendiri JAD, Otak Berbagai Serangan Teror di Indonesia
Ia membuat sebuah situs web Millah Ibrahim dan menuliskan berbagai ajaran sesatnya guna menghasut sebagian orang yang masih buta pemahaman.
Laman tersebut disebut Aman sebagai buku seri tauhid.
"Beliau dengan kelompoknya punya website, namanya Millah Ibrahim," kata Solahudin, Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia.
Menurut Solahudin, laman tersebut merupakan milik Aman dan kelompoknya.
Namun seiring berjalannya waktu, kelompok setianya ini pun ikut menyebarkan tulisan tersebut.
Baca: Kalimat Suci Umat Islam Ada di Tutup Botol Bir Bikin Heboh, Ternyata Begini Asal Muasalnya
Baca: Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum: Ini Tidak Bijak
Dalam setahun bahkan tercatat ada 155 tulisan propaganda ISIS yang diunggah di situs web tersebut.
Melansir dari Kompas.com, Solahudin mengemukakan hal itu saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam persidangan Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).
"Saya pernah hitung, tahun 2013 mulai bulan November sampai tahun 2014 bulan Oktober, 155 tulisan propaganda ISIS dipublikasikan di website tersebut," kata Solahudin.
Tulisan-tulisan Aman tersebut, dalam dakwaan, disebut sebagai salah satu cara dia menggerakkan orang untuk melakukan aksi terorisme.
Baca: Keluarga 6 Polisi Korban Serangan Teroris di Mako Brimob dapat Bantuan Rumah dari Kapolri
Baca: Boleh Makan Di Rangkaian Kereta, PT KCI Bagikan Takjil Di Enam Stasiun Pilihan
Selain di laman Millah Ibrahim, tulisan-tulisan Aman juga banyak dipublikasikan di media sosial seperti Facebook.
Tulisan-tulisan Aman juga disebarkan di aplikasi percakapan Telegram.
"Paling tidak saya catat, 2016-2017 ada lebih dari 60 channel Telegram berbahasa Indonesia berafiliasi dengan ISIS," ucap Solahudin.
Kini, Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum.
Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/aman-abdurrahman_20180518_135554.jpg)