Surabaya Diteror Bom

Bukti Cinta NKRI, Guru Sekolah Ungkap Anak Teroris Dita Sempat Ikuti Kegiatan Ini, Jadi Pemimpinnya

Pelaku bom di tiga gereja Surabaya, Dita Oepriarti rupanya tetap membiarkan anak sulungnya bersekolah.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Google images
kolase 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pelaku bom di tiga gereja Surabaya, Dita Oepriarti rupanya tetap membiarkan anak sulungnya bersekolah.

Hal tersebut berbeda dengan pemberitaan sebelumnya yang menyatakan bahwa anak-anak Dita tak boleh bersekolah.

Pernyataan itu mungkin benar ketika dihubungkan dengan anak bungsu Dita, tapi faktanya, dilansir dari tayangan Kompas tv, anak sulung Dita masih pergi ke sekolah bahkan sampai awal bulan Mei.

Aiman, selaku jurnalis yang menelusuri sosok anak sulung Dita ini pun menanyakan desas desus yang selama ini berhembus di masyarakat.

Satu di antaranya adalah soal ditanamkannya nilai-nilai kebencian pada tanah air kepada anak-anak teroris.

Hal-hal yang termasuk dalam kebencian itu misalnya tak boleh hormat kepada bendera, tak mengikuti upacara, tak mengikuti pelajaran PKN dan tidak toleransi kepada yang lain.

Baca: Polisi Bocorkan Pesan Misterius Anak Teroris Dita, Ternyata Masih Unggah Ini Sebelum Kematiannya

Isu yang berkembang tersebut pun langsung dibantah guru sekolah anak sulung Dita, Suwardi.

Dalam tayangan tersebut, Suwardi menuturkan bahwa selama ini anak sulung Dita selalu mengikuti upacara bendera di sekolah.

Bahkan Suwardi mengatakan, anak sulung Dita itu pernah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Paskibra ketika kelas 10 (1 SMA).

Dilansir dari berbagai sumber, secara tak langsung, kegiatan ekskul paskibra itu bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada para pesertanya.

Keikutsertaan anak sulung Dita dalam kegiatan paskibra pun menunjukkan bukti kecintaannya pada NKRI.

Selain itu, anak sulung Dita itu juga diakui selalu masuk ketika pelajaran PPKN sedang berlangsung.

Baca: Alami Penyakit Kronis Hingga Tak Bisa Berdiri Tegak, Begini Penjelasan Jet Li Soal Kondisinya

Hal tersebut telah dikonfirmasi langsung kepada guru yang mengajar.

Mengenai toleransi, Suwardi menuturkan tak pernah ada keluhan seperti yang selama ini beredar.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved