Marak Jual Beli Data Pribadi Nasabah Kartu Kredit, Dari Gaji Hingga Nama Orangtua

Ia mengklaim seluruh data itu merupakan data pribadi nasabah yang mengajukan aplikasi kartu kredit salah satu bank swasta tahun 2017-2018.

Marak Jual Beli Data Pribadi Nasabah Kartu Kredit, Dari Gaji Hingga Nama Orangtua
KOMPAS/DOKUMENTASI
Keterangan penghasilan berupa slip gaji, dan rekening koran, menjadi beberapa persyaratan mengajukan kartu kredit ke bank. Oleh sebagian kalangan tenaga pemasaran, data terkait penghasilan dan rekening tabungan itu potensial diperjualbelikan untuk kepentingan pemasaran produk perbankan. 

Ia mengakui bahwa seluruh informasi terkait dirinya di data itu benar.

Mulai dari nama lengkap, nomor telepon seluler, nomor kartu kredit, alamat rumah dan kantor, tanggal lahir, hingga nama ibu kandung.

Tetapi Yanti mengaku bukanlah nasabah kartu kredit bank swasta seperti yang diklaim RF, melainkan nasabah kartu kredit salah satu bank milik Badan Usaha Milik Negara.

Lumrah

Menurut koordinator pemasaran kartu kredit salah satu bank di Jakarta Pusat, JS, pembelian data pribadi dari karyawan bank sudah lumrah di kalangan tenaga pemasaran kartu kredit.

Kata JS, data pribadi yang kualitasnya bagus bisa dijual Rp 1 juta untuk 50 data atau Rp 20.000 per data.

Data ini tipe ini dilengkapi informasi gaji dan ditambah informasi keuangan dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut JS, kadang ada karyawan bank yang bersedia dibayar untuk memberikan data pribadi nasabah.

Komisinya sebesar Rp 50.000 untuk setiap data yang disetujui pengajuan kartu kreditnya oleh bank.

JS dan anak buahnya bisa meraup jutaan rupiah dari penjualan data diri nasabah.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved