Pemilu 2019

BPN Sebut Sudah Lihat Gelagat Tidak Baik di Pemilu 2019, PDIP: Kasihan Masih Muda Sudah Belajar Nipu

Jurkamnas BPN Prabowo-Sandi Kawendra Lukistian menyebut pihaknya sudah melihat gelagat tak baik oleh KPU, hal itu kemudian dibantah oleh Deddy Sitorus

BPN Sebut Sudah Lihat Gelagat Tidak Baik di Pemilu 2019, PDIP: Kasihan Masih Muda Sudah Belajar Nipu
Youtube/Kompas TV
Politisi PDIP Deddy Sitorus dan Jurkamnas BPN Prabowo-Sandi Kawendra Lukistian, di Kompas TV, Minggu (19/5/2019). 

"Dengar dulu, belum, nanti Anda jelaskan, nanti Anda boleh balas," katanya.

"Silahkan, silahkan," kata Kawendra Lukistian.

Pastikan Tak Ikut jika Ada Aksi Persoalkan Hasil Pemilu pada 22 Mei, Demokrat : Tidak Fair

"Kalau itu (situng) dihentikan, itu melanggar UU. Ada dua putusan dari bawaslu, yakni perbaiki SOP dan yang kedua lanjutkan. Dan di situ tidak ada bawaslu memutuskan quick count itu salah, bawaslu mana itu? Ngarang aja Anda!," katanya.

Kemudian giliran Kawendra Lukistian yang menjawab pertanyaan Deddy Sitorus.

"Pertama terkait soal situng, di situ telah membuktikan kelalaian KPU dalam mengoperasionalkan situng itu, karena dinyatakan bersalah bahwa KPU sudah lalai," katanya.

"Betul," jawab Deddy Sitorus.

"Yang kedua, quick count di situ banyak lembaga-lembaga yang harusnya sejak awal melaporkan dananya sejak awal, dan itu yang dipermasalahkan oleh bawaslu," ujarnya.

Pernyataan itu kemudian langsung ditanggapi lagi oleh Deddy Sitorus.

"Itu diputuskan bawaslu bukan?," tanyanya.

"Iya," kata Kawendra Lukistian.

Ani Yudhoyono Jadi Alasan Ferdinand Hutahaean Berhenti Mendukung Prabowo-Sandiaga

"Anda, di mana diputuskan bawaslu?," ujarnya.

Kemudian untuk mencarikan suasana, host meminta semuanya bertepuk tangah terlebih dahulu.

Ini videonya :

Putusan Bawaslu

Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu) memutuskan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) bersalah atas dua hal yang sebelumnya dilaporkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Pelanggaran itu terkait proses pendaftaran lembaga quick count dan entri data di Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng).

Keputusan ini berdasarkan pada hasil sidang putusan yang diselenggarakan Bawaslu dan surat putusan Bawaslu Nomor: 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019.

Berkenaan dengan keputusan tersebut, berikut ini fakta lengkapnya: Masalah yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan sejumlah dugaan kecurangan yang ditemukan selama proses Pemilu 2019.

Dugaan itu di antaranya, terdapat dua laporan yang keputusannya sudah keluar hari ini melalui sidang yang digelar di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Baca: Kisah Tentang Suradi, Pengangguran Yang Punya Warisan Lahan 2000 M2 untuk Kolam Ikan dan Lobster

Pertama, mengenai tertutupnya proses pendaftaran lembaga survei yang terlibat dalam penghitungan suara cepat, setelah proses pemungutan suara.

Sementara yang kedua adalah terkait pelanggaran yang dilakukan KPU terkait banyaknya kesalahan dan permasalahan saat melakukan input data ke Situng

Baca: Tulisan di Telapak Kaki Korban Jadi Petunjuk Kuat Polisi Ungkap Kasus Mutilasi Keji di Malang

Keputusan Bawaslu Atas dua permasalahan tersebut, Bawaslu melalui sidang putusan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Bawaslu Abhan, memutuskan bahwa KPU melanggar tata cara pendaftaran juga pelaporan lembaga survei hitung cepat.

"KPU RI secara sah dan meyakinkan melanggar tata cara terkait pendaftaran dan pelaporan lembaga yang melakukan perhitungan hitung cepat," kata Abhan. 

Ketua Bawaslu Abhan
Dalam hal ini, KPU dinilai tidak transparan dalam mengadakan pendaftaran pelaksanaan penghitungan cepat.

KPU juga terbukti tidak menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada lembaga survei untuk melaporkan metodologi dan sumber dana yang mereka gunakan.

Bawaslu juga menyatakan KPU melanggar tata cara input data di Situng.

"Menyatakan KPU terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar tata cara dan prosedur dalam input data Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng)," sebagaimana tertulis dalam surat keputusan.(*)

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved