Papua Rusuh
Jokowi Curiga Ada Penumpang Gelap saat Kerusuhan Papua, Lukas Enembe Minta Proses Hukum Ditegakkan
Presiden Jokowi menduga ada penumpang gelap yang sengaja menciptakan kekeruhan melalui isu Papua.
Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
Jokowi juga menegaskan, Provinsi Papua dan Papua Barat akan menjadi proritas untuk lebih diperhatikan di masa pemerintahannya.
• Kerusuhan di Manokwari hingga Timika, Ini Pesan Jokowi untuk Gubernur Papua Barat
Menurut Jokowi, pembangunan di era pemerintahannya, tak lagi Jawa-sentris, tetapi merata di seluruh Indonesia.
Jokowi juga mengatakan, dirinya paling sering ke Papua dibandung provinsi lain.
"Kalau tidak salah sebelas sampai duabelas kali," kata Jokowi.
"Apakah setelah beberapa kali ke Papua, pak Presiden juga berniat kembali berkunjung setelah terjadinya aksi kekerasan?," tanya Budiman.
"Mungkin dalam waktu dekat ini akan ke Papua," jawab Jokowi.
• Mahasiswa Papua Tolak Kedatangan Risma ke Asrama, Lenis Kagoya Sebut Makan Papeda Bersama
Dalam kesempatan itu Jokowi juga mengistilahkannya dengan "Indonesia-sentris".
Semua provinsi, kata mantan gubernur DKI Jakarta ini, memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan.
"Baik di bidang infrastruktur, bidang kesehatan, dan bidang lain. Saya melihat Papua (dan Papua Barat) memang perlu lebih diperhatikan," ujar Jokowi.
Terkait terjadinya kerusuhan sebagai dampak tindakan terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur, Jokowi pun meminta kepala daerah untuk hati-hati dalam menyampaikan pernyataan.
Menurut Jokowi, jangan sampai pernyataan kepala daerah menimbulkan ketersinggungan masyarakat di daerah atau provinsi lain.
Dengan segala keberagaman yang ada, karakter setiap daerah berbeda-beda.
Dampaknya, ketersinggungan rentan terjadi.
Jokowi menuturkan, jangan sampai masyarakat, terutama pejabat daerah menularkan ujaran kebencian yang bisa berdampak pada ketersinggungan.

"Jangan sampai kita menyampaikan hal-hal yang menjadikan provinsi lain atau suku lain menjadi tersinggung gara-gara yang kita sampaikan. Hati-hati betul, terutama pejabat publik," tutur Jokowi.