Papua Rusuh

Jokowi Curiga Ada Penumpang Gelap saat Kerusuhan Papua, Lukas Enembe Minta Proses Hukum Ditegakkan

Presiden Jokowi menduga ada penumpang gelap yang sengaja menciptakan kekeruhan melalui isu Papua.

Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
Tangkapan Layar Satu Meja The Forum Kompas TV
Presiden Joko Widodo saat tampil di acara Satu Meja The Forum, Kompas TV. 

"Baik di bidang infrastruktur, bidang kesehatan, dan bidang lain. Saya melihat Papua (dan Papua Barat) memang perlu lebih diperhatikan," ujar Jokowi.

Terkait terjadinya kerusuhan sebagai dampak tindakan terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur, Jokowi pun meminta kepala daerah untuk hati-hati dalam menyampaikan pernyataan.

Menurut Jokowi, jangan sampai pernyataan kepala daerah menimbulkan ketersinggungan masyarakat di daerah atau provinsi lain.

Lukas Enembe Cerita Soal Khofifah Minta Maaf : Saya Sampaikan Orang Papua Mencintai Gus Dur

Dengan segala keberagaman yang ada, karakter setiap daerah berbeda-beda.

Dampaknya, ketersinggungan rentan terjadi. Jokowi menuturkan, jangan sampai masyarakat, terutama pejabat daerah menularkan ujaran kebencian yang bisa berdampak pada ketersinggungan.

"Jangan sampai kita menyampaikan hal-hal yang menjadikan provinsi lain atau suku lain menjadi tersinggung gara-gara yang kita sampaikan. Hati-hati betul, terutama pejabat publik," kata Jokowi.

Tonton videonya :

Gubernur Geram

Sementara itu Gubernur Papua, Lukas Enembe persoalan rasisme terhadap warga Papua lebih khusus mahasiswa yang kuliah di Jawa Timur, tidak bisa diselesaikan dengan hanya minta maaf.

Menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, proses hukum harus tetap diberlakukan bagi pelaku rasis agar kejadian serupa tidak berulang.

“Masalah rasisme terhadap masyarakat Papua tidak bisa diselesaikan dengan hanya meminta maaf. Tapi harus ada proses hukum bagi oknum-oknum pelaku, agar hal yang sama todak terulang lagi,”kata Lukas Enembe, usai melantik sejumlah pejabat eleson III dan II dilingkungan Pemprov Papua, Selasa (20/8/2019).

Menurut Segi Kesehatan, Mana yang Lebih Baik Pakai Talenan Kayu atau Talenan Plastik?

Menurut Lukas Enembe, harus ada penanganan yang serius bagi para pelaku rasisme yang meneriaki mahasiswa Papua dengan kata atau kalimat tak pantas.

“Masalah ini tidak bisa disederhanakan begitu saja, karena sudah terjadi bertahun-tahun, jadi harus ada proses hukum untuk efek jera,” kata Gubernur Papua.

Lukas juga memandang peryataan Presiden Jokowi tidak tegas dan tidak bisa mengobati hati masyatakat Papua.

“Mestinya Presiden segera perintahkan penegak hukumnya untuk tangkap para pelaku, karena ini bukan masalah baru tapi sudah berulang-ulang, pemain sepak bola Papua juga sering diaerang dengan rasis,” imbuhnya.

Merasa Dilecehkan karena Tweet Akun Ini, Aura Kasih Geram: Ingat, Bapak Lahir dari Seorang Wanita !

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved